PENdEKATAN RESTORATIVE JUSTICESEBAGAI UPAYA PENYELESAIAN SCHOOL BULLYING

Anis Widyawati

Abstract

Abstract

This research uses Socio Juridical approach by reviewing the pandects prevailing in the society, analyzing the implementation  of  Restorative  Justice  in  settling  and minimizing the  cases  of  School  Bullying, acquiring data related to the factors of school bullying, the characteristics of the bullies and the bullying facts, and digging up the efforts to overcome bullying , either for the victims, the witnesses, the school or the parents. This research uses in depth interview, observation and documentation. In depth interview is conducted on a number of respondents, namely the students of SMPN 3 Boja and the teachers on Guidance and Counseling. The result of the research shows that in the teaching and learning process and the extracurricular activities in SMPN 3 Boja, the forms of bullying including direct physical contact such as beating and pushing, direct verbal contact such as the acts of disgracing, name-calling, and mocking, direct non-verbal behaviors by sticking the tongue out, mocking, or threatening which are usually followed by physical or verbal bullying, and indirect nonverbal behaviors such as expelling someone from the group, manipulating friendship, and sending anonymous letter. According to the result of the research, the writer recommends the restorative justice approach as the solution in settling the school bullying in order to make the students be responsible for their actions. This approach should be applied by involving the victims and the relevant parties especially the family and the society to take role in mending the suspected children’s morality so that they will not feel as if they are prisoners who should be expelled from their environment and will have the motivation to improve themselves and not to repeat their mistakes. Lastly, the law upholder should adjust the Law No. 11/2012 on Juvenile Criminal Justice System in settling children as the criminal offenders.

Abstrak

Penelitian ini menggunakan metode endekatan yuridis Sosiologis melalui penelaahan kaidah hukum yang berlaku dalam masyarakat.Menganalisis penerapanRestorative Justice dalam menyelesaikan dan meminimalisir kasus School Bullying, memperoleh data faktorterjadinya School bullying, karakteristik pelaku bullyingdan fakta tentang bullying. Menggali bagaimana upaya menghadapi bullying, baik bagi korban, siswa lain yang menyaksikan, maupun bagi pihak sekolah dan orang tua. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam (indepth interview), observasi dan dokumentasi. Wawancara mendalam dilakukan kepada sejumlah responden yaitu siswa SMPN 3 Boja dan Narasumber yaitu Guru Bimbingan Konseling. Hasil penelitian menunjukkan dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar dan ekstrakurikuler di SMPN 3 BOJA, bentuk bullying antar siswa meliputi Kontak fisik langsung yaitu memukul dan mendorong; Kontak verbal langsung yaitu mempermalukan, memberi panggilan nama (name-calling) dan mengejek; Perilaku non verbal langsung yaitu menjulurkan lidah, mengejek, atau mengancam, biasanya disertai oleh bullyingfisik atau verbal); Perilaku non-verbal tidak langsung (mendiamkan teman, memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak, mengucilkan, mengirim surat kaleng). Rekomendasi dari hasil penelitian yaitu Pendekatan restorative justice bisa dijadikan solusi untuk menyelesaikan kasus school bullying, sebagai upaya agar anak bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya. Dilakukan dengan cara melibatkan korban, pihak yang terkait terutama keluarga dan masyarakat untuk berperan serta memperbaiki moral anak pelaku tindak pidana agar tidak merasa sebagai pesakitan yang harus diasingkan oleh lingkungannya dan mempunyai motivasi untuk memperbaiki dirinya, serta membuat anak untuk tidak mengulangi perbuatannya. Aparat Penegak hukum segera menyesuaikan UU No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dalam menangani kasus anak sebagai pelaku Tindak Pidana.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.