Kemampuan Menentukan Jenis dan Batasan Informasi Mahasiswa Semester III Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (Studi Kasus pada Matakuliah Sistematika Invertebrata T.A 2014/2015)

PUTRI AGUSTINA, ALANINDRA SAPUTRA

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan mahasiswa semester III prodi pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun ajaran 2014/2015 dalam menentukan jenis dan batasan informasi pada matakuliah Sistematika Invertebrata. Kemampuan menentukan jenis dan batasan in-formasi merupakan standar pertama literasi informasi yang dikeluarkan oleh Association of College and Re-search (ACRL). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah mahasiswa prodi Pendidikan Biologi FKIP UMS semester III yang berjumlah 167 orang dari 5 kelas paralel. Sampel diambil secara acak (random sampling) menjadi 78 orang dari 2 kelas paralel yaitu B dan D. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan (observasi), kuesioner, serta studi kepustakaan dan dokumen. Hasil pe-nelitian menunjukkan bahwa: 94.9% mahasiswa telah mampu menentukan langkah yang dilakukan dalam mencari informasi; mahasiswa telah mampu memilih bentuk-bentuk informasi yang dapat digunakan seba-gai sumber referensi baik informasi tercetak (39.7%), digital/elektronik (17.9%), maupun keduanya (42.3%) serta pada umumnya masih jarang menentukan batasan informasi (84.6%) hanya sesuai dengan topik batas-an dan masih jarang mengevaluasi batasan informasi yang telah dibuat (58.6%).

Keywords

standar literasi informas; menentukan jenis dan batasan informasi; ACRL

Full Text:

PDF

References

American Association of School Librarians (AASL) and Association for Educa-tional Communications and Technolo-gy (AECT). 1988. Information Power: Building Partnership for Learning. Chicago: American Library Associati-on.

Association of College & Research Libra-ries (ACRL). (2000). Information Litera-cy Competency Standards for Higher Education. (Online), (www.ala.org/mgrps/divs/arcl/ standards/.pdf), diakses pada 15 September 2014.

Hadi, S. (1981). Metode Research. Yogyakarta: Yayasan Penelitian Fakultas Psikologi UGM.

Hasugian, J. (2006). Penelusuran Informasi Ilmiah secara Online: Perlakuan terha-dap Seorang Pencari Informasi sebagai Real User. Pustaka: Jurnal Studi Perpustakaan dan Informasi. 2(1): 1-13.

Iman, P. (2013). Studi Komparatif Penting-nya Literasi Informasi Bagi Mahasiswa. Visi Pustaka. 15(2): 80-88.

Kuhlthau, C.C., Maniotes, L.K., Caspary, A.K. (2007). Guided Inquiry: Learning in the 21st Century. Westport Connec-ticut: Libraries Unlimited.

Nasution, L.F. (2009). Literasi Informasi Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan (S1) Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara (Semester VII-T.A 2009/2010). Skripsi. Medan: Program Studi Perpustakaan dan Informasi Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara.

Perwati. (2010). Pengantar Ilmu Taksonomi. Bogor: IPB.

Prasetyawan, I.B. (2011). Keberaksaraan Informasi (Information Literacy) bagi SDM Pengelola Perpustakaan di Era Keterbukaan Informasi. Makalah. Disampaikan dalam Pelatihan Pengelola Perpustakaan di Lingkungan Kemen-terian Perindustrian, Hotel Park, Jakarta, 26-28 Mei 2011.

Resmini, N. (2012). Orasi dan Literasi dalam Pengajaran Bahasa. Bandung: UPI.

Reza, M.Y. (2013). Deskripsi Literasi Informasi pada Siswa SMA International Baccalaureate (IB) Program Diploma di Cita Hati Surabaya. Media LibriNet 2(2): 7-18.

Sugiyono. (2006). Metode Penelitian Administrasi. Edisi Revisi. Bandung: Alfabeta.

Supardi, A. (1979). Statistik. Bandung: Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Gunung Jati.

UNESCO. 2006. Understandings of Literacy. Education for All Global Monitoring Report.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.