PEMBELAJARAN IPA DENGAN METODE EKSPERIMEN MENGGUNAKAN PENDEKATAN HOME DAN CLASSROOM SCIENCE PROCESS SKILL DITINJAU DARI SIKAP ILMIAH DAN RASA INGIN TAHU

Lilis Rahmawati, Suciati Sudarisman, Suparmi Suparmi

Abstract

ABSTRAK-Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh metode eksperimen menggunakan pendekatan Home dan Classroom Science Process Skill, sikap ilmiah, rasa ingin tahu dan interaksinyaterhadap prestasi belajar Biologi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 6 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012. Sampel diperoleh dengan teknik cluster random sampling terdiri dari 2 kelas IX E dan IX G. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk mendapatkan data prestasi belajar kognitif, metode angket untuk mendapatkan informasi rasa ingin tahu, sikap ilmiah dan prestasi belajar afektif dan psikomotor, serta observasi untuk pendukung prestasi afektif dan psikomotor. Data dianalisis menggunakan anava tiga jalan dengan desain faktorial
2 x 2 x 2 dan frekuensi sel tidak sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. metode eksperimen menggunakan pendekatan Home dan Classroom Science Process Skill memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar; 2. tidak ada pengaruh antara sikap ilmiah terhadap prestasi belajar; 3. tidak ada pengaruh antara rasa ingin tahu terhadap prestasi belajar; 4. tidak ada interaksi antara pendekatan Home dan Classroom Science Process Skill dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar; 5. tidak ada interaksi antara pendekatan dengan
rasa ingin tahu dengan prestasi belajar; 6. tidak ada prestasi interaksi antara sikap ilmiah dan rasa ingin tahu terhadap prestasi belajar; 7. tidak ada interaksi antara metode eksperimen, pendekatan Home dan Classroom Science Process Skill, sikap ilmiah, dan rasa ingin tahu terhadap prestasi belajar.

Keywords

metode eksperimen, pendekatan Home Science Process Skill, Classroom Science Process Skill, materi ekskresi.

Full Text:

PDF

References

Depdiknas. (2006). Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas , (2003) UU RI No 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas. Jakarta, Biro Hukum dan Organisasi Sekjen Depdiknas.

Hamzah. (2008). Teori Belajar Kontruktivisme.

http:// akhmadsudrajat.wordpress.com

Meltem Duran, Oguz Azdemir. (2010). The effect of scientific Process skills based Science Teaching on Student’ Attitudes toward Science. US-China Education Review. (2010: 17 - 28).

Pudyo Susanto. (1992). Strategi Pembelajaran Biologi di Sekolah Menengah. Malang: F MIPA UM

Ratna Wilis Dahar. (1989). Teori-teori Belajar. Jakarta: Erlangga.

Tilaar, H. A. R. (1999). Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional dalam Perspektif Abad 21. Magelang: Tera Indonesia.

Talib, Alkiyuni M. (2009). Instructional Strategies Of Intrinsic Motivation And Curiosity For Developing Creative Thinking. 14th International

Conference on thingking (2009 Malaysia). Malaysia: University Sains Malaysia

Wenno, LH. (2008). Strategi Belajar Mengajar Sains Berbasis Kontekstual. Yogyakarta: Inti

Media.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.