Vol 5, No 1 (2018)

Diantara banyak pelaksana Negara, kekuasaan, hokum dan politik ini teradapat mereka yang disebut sebagai pejabat Negara, baik secara umum maupun secara khusus. Diantara para pejabat umum yang memangku tugas Negara, terdapat pejabat umum yang disebut Notaris (Habib Adjie, 2008: 13). Notaris di Indonesia diatur oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris disebut Undang-Undang Jabatan Notaris (UUJN) yang berarti mengatur hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan Jabatan Notaris. Pasal 1 ayat 1 UUJN menyebutkan bahwa Notaris Pasal 1 ayat 1 UUJN menyebutkan bahwa Notaris adalah pejabat umum yang berwenang untuk membuat akta autentik dan memiliki kewenangan lainnya sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang lainnya. Pasal 16 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris, kewjiban seorang Notaris yakni dalam menjalankan jabatannya, wajib bertindak amanah, jujur, seksama, mandiri, tidak  berpihak, dan menjaga kepentingan pihak yang terkait dalam perbuatan hokum. Notaris sebagai pejabat umum memiliki ciri utama yaitu pada kedudukannya yang objektif, tidak memihak kepada mereka yang berkepentingan dan mandiri serta bebas dari pengaruh siapapun termasuk kekuasaan eksekutif. (Komar Andasasmita, 1981: 14)

Karena berbagai kepentingan instan, duniawi, jangka pendek dan kepentingan-kepentingan sesaat yang lain; apa yang sudah jelas tertulis dalam Undang-Undang dengan entengnya dilanggar. Namun dibalik kejadian-kejadian tersebut, justru menimbulkan dinamika kehidupan profesi noteris selalu penuh problematika dan tantangan. Hal inilah yang menjadi dunia akademik banyak tantangan untuk memberi solusi yang terbaik. Solusi-solisu tersebut yang antara lain ditawarkan pada edisi ini.  

Table of Contents

Articles

Toto Tohir Suriaatmadja
Anastasia Apsari Astutiningsih, Isharyanto ,
Ardiansyah Al Ghani, Djoko Wahyu Winarno
Auliyaa Martati, Lego Karjoko
Bagus Adi Nugroho, Albertus Sentot Sudarwanto
Bayu Nur Rochim, Adi Sulistiyono
Citra Amira Zolecha, Arief Suryono
Ratna Nova Andana, Hari Purwadi
Gemarani Harsari, I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani
Grahani Wahyu Widhyastuti, Adi Sulistiyono
Hermita Ambar Sari, I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani
Maharani Kumalasari, Moch. Najib Imanullah
Mita Ardianti, I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani
Rally Tria Rufaida, Isharyanto ,
Riyo Wuryanto, Noor Saptanti, Soehartono ,
Yelina Rachma Pranamawati, Arief Suryono