Peranan Amelioran Pupuk Organik terhadap Hasil Padi pada Musim Tanam Kedua di Lahan Kering Ngawen Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta

Arif Anshori, Agung Iswadi, Sunarya Sunarya, Damasus Riyanto

Abstract

Rice cultivation in the second growing season in dry land at Gunungkidul Special Region of Yogyakarta requires additional irrigation and improvement of physical, chemical and biological soil properties. This study aimed to determine the role of organic fertilizer ameliorant on rice yields during second growing season in dry land. The research was conducted in Sambirejo Watusigar Ngawen Gunungkidul Special Region of Yogyakarta during second growing season from March to July 2019. The study used a Randomized Completely Block Design (RCBD) with 3 treatments in the form of no ameliorant, ameliorant of 2 tons ha-1 and ameliorant 4 tons ha-1, with 5 replications. The results showed that the use of ameliorant 2 tons ha-1 produced rice 5.64 ton ha-1 and ameliorant 4 tons ha-1 produced rice 6.04 ton ha-1, which was significantly higher than without ameliorant which only produced 5.29 ton ha-1 of rice.

Keywords

amelioran; lahan kering; pupuk organik; ameliorant; dry land; organic fertilizer

Full Text:

PDF

References

Abdurachman, A., Dariah, A., & Mulyani, A. (2008). Strategi dan teknologi pengelolaan lahan kering mendukung pengadaan pangan nasional. Jurnal Litbang Pertanian, 27(2), 43–49. Tersedia dari Link

Adiningsih, J. S., Rochayati, S., Setyorini, D., & Sudjadi, M. (1988). Efisiensi penggunaan pupuk pada lahan sawah. Simposium Penelitian Tanaman Pangan II, Puncak, Bogor, 21-23 Maret 1988.

Adiningsih, J. S. (1992). Peranan efisiensi penggunaan pupuk untuk melestarikan swasembada pangan. Orasi Pengukuhan Ahli Peneliti Utama. Jakarta: Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Badan Litbang Pertanian, Departemen Pertanian.

Agus, C. (2012). Pengelolaan bahan organik : Peran dalam kehidupan dan lingkungan. Yogyakarta: BPFE UGM.

Anshori, A., Riyanto, D., Sukristiyonubowo, Widodo, S., & Suradal, S. (2021). The increase of rice cropping index supported by river dam irrigation in dry land. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 653, 012074. Crossref

Anshori, A., Riyanto, D., & Suradal, S. (2020). Peningkatan indeks pertanaman padi pada musim tanam ke dua di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. AgriHealth : Journal of Agri-Food, Nutrition and Public Health, 1(2), 9–15. Crossref

Anshori, A. (2020). Strategi peningkatan indeks pertanaman padi di Kabupaten Gunungkidul. Seminar Nasional Pertanian Peternakan Terpadu Ke-3 Universitas Muhammadiyah Purworejo, 238–247. Tersedia dari Link

Badan Pusat Statistik Kabupaten Gunungkidul. (2019). Gunungkidul dalam angka. Tersedia dari Link

Brontowiyono, W., Lupiyanto, R., Yuwono, E., Sulistiono, B., Handayani, S., & Harjitoe, D. A. (2013). Rainwater rarvesting based marginal land irrigation technology: A case study in Ngawen Sub-district of Gunungkidul Regency Indonesia. International Journal of Sustainable Future for Human Security, 1(2), 63–67. Tersedia dari Link

Cameron, K. C., Di, H. J., & Moir, J. L. (2013). Nitrogen losses from the soil/plant system : a review. Annals of Applied Biology, 162(2), 145–173. Crossref

Efendi, R., & Suwardi, S. (2009). Mempertahankan dan meningkatkan produktivitas lahan kering dan produksi jagung dengan sistem penyiapan lahan konservasi. Prosiding Seminar Nasional Serealia, 189–199. Tersedia dari Link

Hartatik, W., Husnain, & Widowati, L. R. (2015). Peranan pupuk organik dalam peningkatan produktivitas tanah dan tanaman. Jurnal Sumberdaya Lahan, 9(2), 107–120. Tersedia dari Link

Haryati, U. (2011). Irigasi suplemen dan strategi implementasinya pada pertanian lahan kering. Sinar Tani Edisi 6-12 Juli 2011 No. 3413 Tahun XLI. Badan Litbang Pertanian, pp. 2–11. Tersedia dari Link

Hidayat, A., & Mulyani, A. (2005). Lahan kering untuk pertanian. In A. dan Mappaona (Ed.), Teknologi pengelolaan lahan kering menuju pertanian produktif dan ramah lingkungan. Edisi II. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. Hal. 7–38.

Lakitan, B., & Gofar, N. (2013). Kebijakan inovasi teknologi untuk pengelolaan lahan sub optimal berkelanjutan. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal (Palembang). Tersedia dari Link

Magdoff, F., & van Es, H. (2009). Building soils for better crops : Sustainable soil management (3rd ed). Sustainable Agriculture Research and Education (SARE) program, USDA’s National Institute of Food and Agriculture, University of Maryland and University of Vermont. (not italic). Tersedia dari Link

Mujiyo, Rahayu, & Sutopo, N. R. (2020). Implementasi evaluasi lahan untuk pengembangan komoditas tanaman berdasarkan kesesuaian agroklimat. AgriHealth: Journal of Agri-Food, Nutrition and Public Health. 1(2), 62–70. Crossref

Ningrum, N. W., & Effendy, E. (2020). Analisis pendapatan dan kelayakan usaha tani padi sawah di Desa Laantula Jaya Kecamatan Witaponda Kabupaten Morowali. AGROTEKBIS : E-JURNAL ILMU PERTANIAN, 4(3) , 350–355. Tersedia dari Link

Priatmojo, B., Adnyana, M. O., Wardana, I. P., & Sembiring, H. (2019). Kelayakan finansial dan teknis cara tanam padi jajar legowo super di sentra produksi padi Kawasan Sumatera. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 3(1), 9–15. Crossref

Rahman, A., & Dariah, A. (2008). Olah tanah konservasi dalam konservasi lahan kering. Jakarta: Balai Penelitian Tanah, Badan Litbang Pertanian, Departemen Pertanian.

Rosmarkam, A., & Yuwono, N. W. (2002). Ilmu kesuburan tanah. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Simatupang, J. T. (2006). Analisis kelayakan usaha tani dan tingkat efisiensi pencurahan tenaga kerja pada usaha tani padi sawah. Jurnal Penelitian Bidang Ilmu Pertanian, 4(2), 57–62. Tersedia dari Link

Soekartawi. (1995). Analisis usaha tani. Jakarta: UI Press.

Steel, R. G. D., & Torie, J. H. (1978). Principles and procedures of statistics : Biometrical Approach. New York: Mcgraw-Hill (not italic).

Stevenson, F. J. (1982). Humus chemistry : Genesis, composition and reaction. New York: John Willey and Sons.

Sudrajat. (2020). Kelayakan usaha tani padi dan pengaruhnya terhadap pendapatan petani di Desa Margoluwih Kecamatan Seyegan. Majalah Geografi Indonesia, 34(1), 53–62. Crossref

Sutanto, R. (2005). Dasar-dasar ilmu tanah : Konsep dan kenyataan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Sutanto, R. (2002). Pertanian organik : Menuju pertanian alternatif dan berkelanjutan. Yogyakarta: Kanisius.

Sutrisno, N. (2016). Pengembangan pengelolaan panen hujan mendukung kemandirian pangan. Dalam : Pasandaran, E., Heriawan, R., & Syakir, M. (Eds.) Sumberdaya lahan dan air : prospek pengembangan dan pengelolaan. IAARD Press.

Thangarajan, R., Bolan, N. S., Tian, G., Naidu, R., & Kunhikhrisnan, A. (2013). Role of organic amendment application on greenhouse gas emission from soil. Science of the Total Environment, 465, 72–96. Crossref

Turmuktini, T., Kantikowati, E., Natalie, B., Setiawati, M., Yuwariah, Y., Joy, B., & Simarmata, T. (2012). Restoring the health of paddy soil by using straw compost and biofertilizers to increase fertilizer efficiency and rice production with Sobari (system of organic based aerobic rice intensification) technology. Asian Journal of Agriculture and Rural Development, Asian Economic and Social Society, 2(4), 519–526. Crossref

Wisnubroto, S. (1999). Meteorologi pertanian Indonesia. Yogyakarta: Mitra Gama Widya.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.