Penerapan Model Pembelajaran Guided Inquiry Disertai Chemmind Map untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Kimia pada Materi Pokok Reaksi Redoks Siswa Kelas X IPA 2 Semester Genap SMA N 1 Ngemplak Boyolali

Maya Firda Hidayah, Suryadi Budi Utomo, Sri Yamtinah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa pada materi pokok reaksi redoks kelas X IPA 2 SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali melalui penerapan model pembelajaran guided inquiry disertai media chemmind map. Penelitian ini menerapkan prosedur Penelitian Tindakan Kelas menurut Kemmis dan Mc Taggart dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali tahun pelajaran 2016/2017 sebanyak 37 siswa. Objek penelitian adalah aktivitas dan prestasi belajar siswa. Aktivitas meliputi visual activities, oral activities, listening activities, dan writing activities. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, tes, angket, dan studi dokumentasi, selanjutnya dianalisis menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Validitas data menggunakan teknik triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas dan prestasi belajar siswa. Persentase ketercapaian aktivitas belajar siswa saat siklus I sebesar 97,30%. Ketercapaian prestasi belajar aspek pengetahuan pada siklus I sebesar 54,05% meningkat menjadi 86,49% pada siklus II, aspek sikap sebesar 97,30% pada siklus I, dan aspek keterampilan sebesar 100% pada siklus I. Dengan bimbingan guru, siswa telah mampu menyusun media chemmind map sesuai teori Buzan dengan ketercapaian 100% pada siklus I.

Keywords

guided inquiry; chemmind map; aktivitas belajar; prestasi belajar; redoks

Full Text:

PDF

References

[1] Purba, M. 2006. KIMIA 1 untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga.

[2] Juwairiah. 2013. Visipena. 4(1). 1-13.

[3] Sudarmo, U. 2013. KIMIA 1 untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama.

[4] Hilda, L. 2015. Jurnal Darul Ilmi. 3(1). 69-84.

[5] OECD .2016. PISA 2015 Results (Volume I): Excellence and Equity in Education. Château de la Muette: OECD Publishing.

[6] Österlund, L. & Ekborg, M. 2009. NorDiNa. 5(2). 115-127.

[7] Kemendikbud. 2013. Permendikbud Nomor 65 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

[8] Barthlow, M.J. & Watson, S.B. 2014. School Science and Mathematics. 114(5). 246-255.

[9] Villagonzalo, E.C. 2014. Process Oriented Guided Inquiry Learning: An Effective Approach in Enhancing Students’ Academic Performance. Presented at the DLSU Research Congress 2014. Manila: De La Salle University, March 6-8, 2014.

[10] Sanjaya, W. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

[11] Dimyati & Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

[12] Sardiman, A.M. 2004. Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Jakarta Utara: PT. Raja Grafindo Persada.

[13] Djamarah, S.B. & Zain, A. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

[14] Pratikno, P. & Syarief, S.H. 2014. Prosiding Seminar Nasional Kimia. Surabaya: UNESA Press.

[15] Olivia, F. 2014. 5-7 Menit Asyik Mind Mapping Pelajaran Sekolah. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

[16] Hilman. 2014. Jurnal Pendidikan Sains. 2(4). 221-229.

[17] Iffah, F.N. & Supriyono. 2014. Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika. 3(3). 51-59.

[18] Imaniarti, E., Prihandono, T., & Supriadi, B. 2014. Jurnal Pembelajaran Fisika. 4(3). 192-197.

[19] Jati, Y.B., Mulyani, S., & Hastuti, B. 2015. Jurnal Pendidikan Kimia. 4(1). 104-112.

[20] Wigiani, A., Ashadi, & Hastuti, B. 2012. Jurnal Pendidikan Kimia. 1(1). 1-7.

[21] Pratiwi,Y., Redjeki, T., & Masykuri, M. 2014. Jurnal Pendidikan Kimia. 3(3). 40-48.

[22] Antrakusuma, B., Haryono, & Utomo, S.B. 2015. Jurnal Pendidikan Kimia. 4(4). 200-206.

[23] Rezeki, R.D., Nurhayati, N.D., & Mulyani, S. 2015. Jurnal Pendidikan Kimia. 4(1). 74-81.

[24] Purnamawati, H., Ashadi, & Susilowati, E. 2014. Jurnal Pendidikan Kimia. 3(4). 100-108.

[25] Santoso, A., Asmarisa, N., & Retno, H. 2014. J-TEQIP. 5(1). 139-149.

[26] Kurniawati, W.Y. 2012. Edu-Bio. 3. 137-148.

[27] Kunandar. 2013. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

[28] Gregory. 2007. Psycological Testing. New York: Pearson Education.

[29] Azwar. 2015. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

[30] Ali, M. 2013. Penelitian Kependidikan: Prosedur dan Strategi. Bandung: Angkasa.

[31] Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: CV. Alfabeta.

[32] Miles, M.B., & Huberman, A.M. 1995. Analisis Data Kualitatif. Terjemahan Tjejep Rohendi Rohidi. Jakarta: UI Press.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.