Hubungan Antara Kemampuan Analisis dan Kemampuan Matematik dengan Hasil Belajar Kimia Siswa (Pokok Bahasan Larutan Penyangga Kelas XI Semester Genap SMA Negeri 2 Wonogiri Tahun Ajaran 2017/2018)

Angger Pambayun Dimas Satrio Wibowo, Sri Mulyani, Ashadi Ashadi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hubungan antara kemampuan analisis siswa dengan hasil belajar kimia pada materi larutan penyangga; (2) hubungan antara kemampuan matematik siswa dengan hasil belajar kimia pada materi larutan penyangga; dan (3) hubungan antara kemampuan analisis dan kemampuan matematik dengan hasil belajar kimia pada materi larutan penyangga. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi sederhana dan korelasi dengan perhitungan berbantuan software IBM SPSS version 22. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA 5 dan XI MIPA 7 SMA Negeri 2 Wonogiri tahun ajaran 2017/2018 yang diambil dengan teknik One-Stage Cluster Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kemampuan analisis dengan hasil belajar kognitif materi larutan penyangga tergolong sangat kuat dengan persamaan garis regresinya Y = 63,38 + 0,11X1. Hal ini berdasarkan dari nilai yang didapatkan rhitung = 0,814 > rtabel = 0,442 dengan besar sumbangan 66,2%; (2) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kemampuan matematik dengan hasil belajar kognitif materi larutan penyangga tergolong kuat dengan persamaan garis regresinya Y = 61,18 + 0,17X2. Hal ini berdasarkan dari nilai yang didapatkan rhitung = 0,799 > rtabel = 0,442 dengan besar sumbangan 63,8%; dan (3) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kemampuan analisis dan kemampuan matematik dengan hasil belajar kognitif materi larutan penyangga dengan persamaan garis regresinya Y = 26,51 + 0,56X1 + 0,18X2. Hal ini berdasarkan dari harga yang didapatkan Fhitung = 29,546 > Ftabel = 3,32. Besarnya sumbangan relatif kemampuan analisis terhadap hasil belajar kognitif materi larutan penyangga adalah 81,6% dan kemampuan matematik 18,4% dan berbanding lurus dengan sumbangan efektifnya yaitu kemampuan matematik 12,2% dan kemampuan analisis 54,1%.

Keywords

analisis regresi; hasil belajar; kemampuan analisis; kemampuan matematis; korelasi

Full Text:

PDF

References

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 160 Tahun 2014 Tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Kristyasari, M.L., Masykuri, M., dan Hastuti, B. (2015). Jurnal Pendidikan Kimia. 4(3): 31-38.

Suherman, E. dan Sukjaya, Y. (1990). Petunjuk Praktis Untuk Melaksanakan Evaluasi Pendidikan Matematika. Bandung: Wijayakusumah 157.

Firmansyah, F., Ariani, S.R,. dan Martini, K.S. (2014). Jurnal Pendidikan Kimia. 3(3): 49-56.

Murti, M.M., Redjeki, T., dan Utomo, S.B. (2014). Jurnal Pendidikan Kimia. 3(4):75-82.

Sugiyono. (2007). Statistik untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta, cv.

Sudjana. (1996). Metode Statistika. Bandung: Tarsito.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.