Peningkatan Indeks Pertanaman Padi pada Musim Tanam ke Dua di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Arif Anshori, Damasus Riyanto, Suradal Suradal

Sari

Increasing rice production through area expansion is very difficult to do in Gunungkidul Regency. Increasing the rice cropping index is an alternative option in increasing rice production, supported by supplementary irrigation. This study aimed to determine the increase in the rice cropping index from 1 to 2 by utilizing supplementary irrigation from the Oyo River Dam. The research was conducted at Sambirejo, Watusigar Village, Ngawen Sub-district, Gunungkidul Regency, Special Region of Yogyakarta during the second planting season in 2019. During planting time, rainfall was observed to determine irrigation time. In conditions without rain, the irrigation interval was not more than 5 days. The randomized completely block design (RCBD) was used to determine the suitability variety of Inpari 19, Inpari 24, Inpari 30, Inpari 42 and Sidenuk in the conditions of the second planting season, complete with a package of rice production technology components. The data collected includes rainfall, harvest age and rice productivity. Farmers' perceptions was explored to determine acceptance of technology components. The results showed that supplementary irrigation from the Oyo River Dam was sufficient to increase the rice planting index in the second planting season. Variety of Inpari 24, Inpari 19 and Inpari 30 had high productivity, with Inpari 19 being prospectively developed for rice cultivation in the second planting season. Most farmers receive a package of technology components, but were constrained by capital for irrigation.

Kata Kunci

musim tanam ke dua; padi; varietas unggul; rice; second planting season; superior variety

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Alimoeso, S. (2009). Program peningkatan produksi beras nasional (P2BN). Prosiding Seminar Nasional Padi. Buku 1. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Gunungkidul. (2018). Kabupaten Gunung Kidul Dalam Angka 2018. Tersedia dari Link

Balai Penelitian Tanaman Padi. (2004). Inovasi teknologi untuk peningkatkan produksi padi dan kesejahteraan petani. Balai Penelitian Tanaman Padi – Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Daradjat, A. A. (2001). Program pemuliaan partisipatif pada tanaman padi : Konsep dan Realisasi. Lokakarya dan Penyelarasan Perakitan Varietas Unggul Komoditas Hortikulura melalui Penerapan Program Shuttle Breeding. Jakarta.

Guswara, A., & Samaullah, M. Y. (2009). Penampilan beberapa varietas unggul baru pada sistem pengelolaan tanaman dan sumberdaya terpadu di lahan sawah irigasi. Prosiding Seminar Nasional Padi 2008: Inovasi Teknologi Padi Mengantisipasi Perubahan Iklim Global Mendukung Ketahanan Pangan. Buku 2. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. Tersedia dari Link

Hutajulu, H. F., Rosmayati, & Ilyas, S. (2013). Pengujian respons pertumbuhan beberapa varietas padi sawah (Oryza sativa L.) akibat cekaman salinitas. Jurnal Agroekoteknologi Universitas Sumatera Utara, 1(4), 1101–1109. Tersedia dari Link

Las, I., Makarim, A. K., Sumarno, Purba, S., Mardiharini, M., & Kartaatmadja, S. (1999). Pola IP Padi 300 : konsepsi dan prospek implementasi sistem usaha tani berbasis sumberdaya. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta. Tersedia dari Link

Las, I., Widiarta, I. N., & Suprihatno, B. (2004). Perkembangan varietas dalam perpadian nasional. In Inovasi Pertanian Tanaman Pangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. (pp. 1–25).

Makarim, A. K., Suhartatik, E., & Kartohardjono, A. (2007). Silikon : Hara penting pada sistem produksi padi. Iptek Tanaman Pangan, 2(2), 196–204. Tersedia dari Link

Makarim, A. K., & Las, I. (2004). Terobosan peningkatan produktivitas padi sawah irigasi melalui pengembangan model pengelolaan tanaman terpadu (PTT). Badan Litbang Pertanian. Jakarta. Tersedia dari Link

Minarsih, A., Prayudi, B., & Warsito, W. (2013). Keragaan beberapa varietas unggul baru padi sawah irigasi dengan menerapkan pengelolaan tanaman terpadu (PTT) di Kabupaten Klaten. Seminar Nasional : Menggagas Kebangkitan Komoditas Unggulan Lokal Pertanian dan Kelautan. Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah. Hlm 582-587.

Nurhati, I., Ramdhaniati, S., & Zuraida, N. (2008). Peranan dan dominasi varietas unggul baru dalam peningkatan produksi padi di Jawa Barat. Buletin Plasma Nutfah, 14(1), 8–13. Tersedia Link

Sadikin, S. (1985). Kedelai. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor.

Saidah, Syafruddin, & Pangestuti, R. (2015). Daya hasil padi sawah varietas Inpari 24 di beberapa lokasi SL-PTT di Sulawesi Tengah. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia (Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon), 1(5)1147–1150. Tersedia dari Link

Soewito, T., Harahap, Z., & Suwarno, S. (1995). Perbaikan varietas padi sawah mendukung pelestarian swasembada beras. Prosiding Simposium Penelitian Tanaman Pangan III. Tersedia dari Link

Suprihatno, B., Dradjat, A. A., Satoto, Baehaki, Widiarta, N., Setyono, A., Indrasari, S. D., Lesmana, O. S., & Sembiring, H. (2007). Deskripsi varietas padi. Tersedia dari Link

Suyamto, R. Hidajat, S. Wahyuni, & Samaullah, M. Y. (2007). Pedoman bercocok tanam padi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.