Eksplorasi toponimi kecamatan di Kabupaten Jember sebagai bahan pembelajaran sejarah berbasis kearifan lokal
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna toponimi kecamatan di Kabupaten Jember dan memetakan potensinya sebagai bahan pembelajaran sejarah berbasis kearifan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-eksploratif melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur dengan informan yang dipilih secara purposif, dan studi dokumen. Data dari sesepuh masyarakat, aparatur kecamatan, tokoh budaya lokal, dan guru sejarah dianalisis melalui reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan, dan verifikasi dengan triangulasi sumber serta teknik. Hasil penelitian mengidentifikasi empat kategori toponimi, yaitu geografis, historis dan tokoh, sosial-ekonomi, serta religius atau kepercayaan. Makna nama tempat tersebut dapat ditafsirkan sebagai pengetahuan tentang lingkungan, penghargaan terhadap tokoh lokal, ingatan tentang kehidupan agraris, serta pengenalan keberagaman budaya dan kepercayaan. Potensi pembelajarannya dipetakan dalam rancangan materi pengayaan dan aktivitas penelusuran sumber, perbandingan narasi, serta refleksi nilai lokal sebagai usulan pedagogis. Dengan demikian, toponimi kecamatan di Kabupaten Jember dapat menjadi dasar pengembangan pembelajaran sejarah yang kontekstual dan berakar pada kearifan lokal.
Exploring the toponymy of districts in Jember Regency as a resource for history learning based on local wisdom
Abstract: This study aims to explore the meanings embedded in the toponymy of districts in Jember Regency and to map their potential as instructional materials for history learning grounded in local wisdom. The study employed a descriptive-exploratory qualitative approach through field observations, semi-structured interviews with purposively selected informants, and document analysis. Data were collected from community elders, district officials, local cultural figures, and history teachers and were analyzed through data reduction, data display, conclusion drawing, and verification, supported by source and methodological triangulation. The findings identified four categories of toponymy: geographical, historical and personal figures, socio-economic, and religious or belief-related. The meanings embedded in these place names can be interpreted as forms of environmental knowledge, appreciation of local figures, collective memories of agrarian life, and recognition of cultural and religious diversity. Their educational potential was mapped into proposed enrichment materials and learning activities involving source investigation, narrative comparison, and reflection on local values. Thus, the toponymy of districts in Jember Regency can provide a foundation for developing contextualized history learning rooted in local wisdom.
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.



