Analisis Miskonsepsi Siswa Kelas VI Materi Energi Listrik Menggunakan Tes Four Tier

Siti Istiqomah, Idam Ragil Widianto Atmojo

Abstract

Test diagnostik four tier ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya miskonsepsi siswa kelas VI SD Negeri 2 Bakalan dan SD Negeri 3 Bakalan materi energi listrik. Penelitian dilakukan terhadap 31 (tiga puluh satu) siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes diagnostik four tier dengan 10 soal pilihan ganda. Penilaian jawaban menggunakan angka 1 untuk jawaban benar, dan 0 untuk jawaban salah. Hasil penelitian menjukkan bahwa: siswa yang paham konsep sebesar 22,6%, mengalami miskonsepsi sebesar 37,7%, jumlah siswa yang tidak paham 39%, jumlah jawaban yang rusak (tidak dijawab, hanya dijawab sebagian, pilihan jawaban lebih dari 1) sebesar 0,6%. Miskonsepsi siswa terhadap pelajaran IPA kelas VI materi energi listrik tergolong sedang (37,7%). Miskonsepsi terjadi pada semua soal.  Miskonsepsi tertinggi pada soal nomor 8 sebesar 48%, dan miskonsepsi terendah soal nomor 6 sebesar 26%. Faktor penyebab timbulnya miskonsepsi yang berasal dari siswa sendiri adalah rendahnya minat belajar dan kesalahan persepsi siswa terhadap materi yang disampaikan oleh guru. Faktor yang bersumber dari guru disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang menarik dan minimnya penggunaan media pembelajaran.

This four tier diagnostic test aims to identify any misconceptions of class VI students at SD Negeri 2 Bakalan and SD Negeri 3 Bakalan regarding electrical energy. The research was conducted on 31 (thirty one) students. The data collection technique uses a four tier diagnostic test with 10 multiple choice questions. Answers are scored using the number 1 for a correct answer, and 0 for an incorrect answer. The results of the research showed that: 22.6% of students understood the concept, 37.7% experienced misconceptions, 39% of students did not understand, the number of broken answers (not answered, only partially answered, more than 1 answer choice) was 0.6%. Students' misconceptions about class VI science lessons regarding electrical energy are classified as moderate (37.7%). Misconceptions occur in all questions. The highest misconception in question number 8 was 48%, and the lowest misconception in question number 6 was 26%. Factors causing misconceptions that originate from students themselves are low interest in learning and students' misperceptions of the material presented by the teacher. Factors originating from teachers are caused by less interesting learning methods and minimal use of learning media.

Keywords

misconceptions, electrical energy, diagnostic tests

Full Text:

PDF

References

Arruum N.L & Desstya.A (2023). Miskonsepsi Siswa pada Materi Gaya dan Gerak Menggunakan Certainty of Respons Index(CRI) di Sekolah Dasar. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Volume 7 Nomor 2 (2024)

Rahmah N., Dassa .A,, Ramdani.R. (2019) Analisis Miskonsepsi Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Ditinjau Dari Gaya Kognitif Pada Siswa Kelas Viii Smp Buq’atun Mubarakah Kota Makassar Jurnal Pendidikan matematika Sigma, Vol.11, Edisi 2. 2019

Rohmah, Miftakhur, Sigit Priyono dan Resti Septika Sari. (2023) Analisis Faktor-Faktor Penyebab Miskonsepsi Peserta Didik SMA, UTILITY: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Ekonomi, volume 7 no. 2 pp. 39-47

Rusilowati, Ani, (2019) Pengembangan Tes Diagnostik sebagai Alat Evaluasi Kesulitan Belajar Fisika, Prosiding Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika (SNFPF) ke 6, volume 6 nomor 1

Rustaman, N. & Rustaman, A. 2020. Keterampilan Bertanya dalam Pembelajaran IPA. Bandung: Depdiknas.

Sheftyawan, W. B., Prihandono, T., & Lesmono, A. D. (2018). Identifikasi Miskonsepsi Siswa Menggunakan Four-Tier Diagnostic Test Pada Materi Optik Geometri. Jurnal Pembelajaran Fisika, 7(2), 147–153

Subrata, Yosep, Dkk. 2019. Analisis Miskonsepsi Siswa Pada Materi Organisasi Kehidupan Kelas Vii Smp Negeri 14 Pontianak. Volume 8, Nomor 2.

Sugiyono (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alphabeta.

Suparno, P. (2019). Miskonsepsi dan perubahan konsep dalam pendidikan fisika. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

Sutrisno, L., Kresnadi, H., & Kartono. (2020). Pengembangan Pembelajaran IPA SD. Jakarta: LPJJ S1 PGSD.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.