PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI KIMIA LARUTAN PENYANGGA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI SMA DI KARANGANYAR

Sarry Saraswaty, Mohammad Masykuri, Sri Mulyani

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan modul yang mempunyai beberapa tujuan yaitu pertama, mengembangkan modul pembelajaran kimia berbasis inkuiri terbimbing pada materi Larutan Penyangga untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA. Kedua, menganalisis kualitas modul pembelajaran kimia berbasis inkuiri terbimbing materi Larutan Penyangga  yang dikembangkan. Ketiga, mengetahui efektivitas modul pembelajaran kimia berbasis inkuiri terbimbing materi Larutan Penyangga untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Terakhir, mengetahui peningkatan hasil belajar kimia siswa melalui modul kimia berbasis inkuiri terbimbing materi Larutan Penyangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama,  modul dapat  meningkatkan keterampilan berpikir kritis sisw. Kedua, kategori modul adalah sangat baik dan layak digunakan oleh siswa dan guru. Ketiga, pembelajaran menggunakan modul efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Terakhir, pembelajaran menggunakan modul dapat meningkatkan hasil belajar aspek pengetahuan siswa.

Keywords

kimia; inkuiri terbimbing; keterampilan berpikir kritis; larutan penyangga

Full Text:

PDF

References

Hosnan, M. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Jakarta: Ghalia Indonesia.

.[2] Daryanto. (2013). Menyusun Modul: Bahan Ajar untuk Persiapan Guru dalam Mengajar. (S. Darmiatun, Ed.). Yogyakarta: Gava Media.

Linn, M. C., Davis, E. A., & Bell. P. (2004). Inquiry and technology. In M.C. Linn, E.A. Davis, & P. Bell (Eds.), Internet Environments for Science Education (pp. 3-28). Mahwah, NJ: Lawrence Erlbaum Associates.

Kuhlthau, C. C., Maniotes, L. K., & Casparl, A. K. (2012). Guided Inquiry Design: A Framework for Inquiry in Your School. Denver: Libraries Unlimited.

Rusyana, A. (2014). Keterampilan Berpikir. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Fisher, A. (2009). Berpikir Kritis: Sebuah Pengantar. Jakarta: Erlangga.

Tawil, M. & Liliasari. (2013). Berpikir Kompleks dan Implementasinya dalam Pembelajaran IPA. Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.

Vlassi, M. & Karaliota A. (2013). The Comparison Between Guided Inquiry and Traditional Teaching Method. A Case Study for the Teaching of The Structure of Matter to 8th Grade Greek Students. Procedia - Social and Behavioral Sciences 93: 494 – 497.

Vaino, K., Holbrook, J., & Rannikmae, M. (2012). Stimulating Students’ Intrinsic Motivationf Learning Chemistry Through the Use of Context-Based Learning Modules. Chem. Educ. Res. Pract. 13: 410 – 419.

Yuniyanti, E., Sunarno, W., & Haryono. (2012). Pembelajaran Kimia Menggunakan Inkuiri Terbimbing Dengan Media Modul Dan e-Learning ditinjau Dari Kemampuan Pemahaman Membaca Dan Kemampuan Berpikir Abstrak. Jurnal Inkuiri ISSN: 2252-7893, Vol 1, No 2: 112-120.

se [11] Yanti, F. A., Sukarmin, & Suparni. (2015). Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika SMA/MA Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa. Jurnal Inkuiri, Vol. 4, No.3: 96 – 103.

Wijayanti, T. F., Prayitno, B. A., & Sunarto. (2016). Pengembangan Modul Berbasis Berpikir Kritis disertai Argument Mapping pada Materi Sistem Pernapasan untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMA Negeri 5 Surakarta. Jurnal Inkuiri, Vol. 5, No.1: 105 – 111.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.