PENGEMBANGAN MODUL IPA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI KALOR DAN PERPINDAHAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP KELAS VII

Alfath Rosyada Rokhim, Suparmi Suparmi, Baskoro Adi Prayitno

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menyusun modul IPA berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis; (2) menguji kelayakan modul IPA berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis; (3) menguji keefektifan modul IPA berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Metode penelitian ini adalah model pengembangan R&D oleh Borg & Gall. Draft modul diawali dengan penelitian pendahuluan dan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan produk awal, dan uji validitas awal oleh ahli, praktisi pendidikan, dan teman sejawat. Hasil revisi modul diujicobakan terbatas pada 9 siswa, dan direvisi menghasilkan draft II. Draft II diujicobakan lapangan pada 29 siswa pada tiga kali kegiatan belajar kemudian diukur kemampuan berpikir kritis. Modul kemudian disebarkan kepada guru IPA untuk mendapatkan umpan balik. Pengumpulan data penelitian menggunakan angket analisis kebutuhan, lembar validasi, soal kemampuan berpikir kritis, dan angket penyebaran (disseminate). Analisis data tahap penelitian pendahuluan dan pengumpulan informasi, dan perencanaan menggunakan analisis kualitatif deskriptif, tahap pengembangan produk dan uji validitas pakar menggunakan analisis kuantitatif deskriptif, tahap uji coba pemakaian produk menggunakan analisis uji-t independent group, analisis uji keefektifan modul menggunakan persentase KKM peningkatan kemampuan berpikir kritis, tahap penyebaran menggunakan analisis kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian ini adalah: (1) modul IPA berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis memiliki karakteristik meliputi merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis dan siswa dapat menentukan alternatif penyelesaian; (2) modul IPA terdiri dari modul siswa dan modul guru yang dikategorikan sangat layak oleh validator (ahli, teman sejawat, dan praktisi pendidikan). Persentase aspek penilaian pada modul siswa yaitu desain dan keterbacaan sebesar 96,25% dengan kategori sangat baik; materi sebesar 94,75% dengan kategori sangat baik; pengembangan modul sebesar 94% dengan kategori sangat baik. Persentase aspek penilaian modul guru yaitu rekomendasi skenario pembelajaran sebesar 92,50% dengan kategori sangat baik; dan soal berpikir kritis sebesar 78,50% dengan kategori baik; desain dan keterbacaan sebesar 96,25% dengan kategori sangat baik; materi sebesar 94,75% dengan kategori sangat baik; pengembangan modul sebesar 94% dengan kategori sangat baik, serta didukung dengan penguasaan modul uji coba terbatas sebesar 83% dengan kategori baik, dan uji coba lapangan sebesar 84% dengan kategori baik, serta hasil disseminate di 4 sekolah kabupaten Sidoarjo sebesar 97,75% dengan kategori sangat baik; (3) modul efektif digunakan pada pembelajaran ditunjukkan pada peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa berdasarkan persentase KKM pada setiap kegiatan belajar pertama memperoleh persentase sebesar 76,97 %; kegiatan belajar kedua sebesar 82,88%; dan kegiatan belajar ketiga sebesar 86,70%, serta adanya perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol.

Keywords

modul IPA; problem based learning; kalor dan perpindahan; berpikir kritis

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.