Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) - Ekosains terhadap Keterampilan Berpikir Ilmiah dan Pemahaman Konsep IPA pada Siswa SMP
Abstract
Keterampilan berpikir ilmiah dan pemahaman konsep IPA siswa SMP di Indonesia masih rendah, sehingga menjadi tantangan dalam pembelajaran IPA. Salah satu cara yang bisa membantu adalah dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang didasarkan pada ekosains. Model ini menekankan pada penyelesaian masalah secara kontekstual dan melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa pengaruh model PBL–Ekosains terhadap kemampuan berpikir ilmiah dan pemahaman konsep IPA siswa SMP. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest kontrol group. Alat yang digunakan meliputi tes keterampilan berpikir ilmiah, tes pemahaman konsep, kuesioner respons siswa, dan lembar observasi aktivitas belajar. Hasil posttest menunjukkan bahwa kelas yang menerapkan model PBL – Ekosains memiliki rata-rata nilai keterampilan berpikir ilmiah sebesar 81,10 dengan n-gain 0,54 (kategori sedang), sedangkan kelas kontrol hanya 74,40 dengan n-gain 0,32. Untuk pemahaman konsep IPA, kelas eksperimen mencapai 82,30 dengan n-gain 0,57 sedangkan kelas kontrol 76,20 dengan n-gain 0,37. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (0,003 < 0,05) untuk keterampilan berpikir ilmiah dan (0,009 < 0,05) untuk pemahaman konsep IPA. Siswa menunjukkan respons yang sangat positif, dan aktivitas belajar menunjukkan keterlibatan aktif siswa serta peran guru sebagai fasilitator.
The skills of scientific thinking and understanding of science concepts among junior high school students in Indonesia are still low, posing a challenge in science learning. One way to help is by utilizing the Problem-Based Learning (PBL) model, which is based on ecoscience. This model emphasizes contextual problem-solving and actively involves students. This study aims to investigate the influence of the PBL-Ecoscience model on scientific thinking skills and understanding of science concepts among junior high school students. This research uses a quasi-experimental method with a pretest-posttest control group design. The tools used include tests of scientific thinking skills, concept understanding tests, student response questionnaires, and observation sheets for learning activities. The post-test results show that the class implementing the PBL-Ecoscience model has an average scientific thinking skills score of 81.10 with an n-gain of 0.54 (moderate category), while the control class scored only 74.40 with an n-gain of 0.32. For the understanding of science concepts, the experimental class achieved 82.30 with an n-gain of 0.57, while the control class reached 76.20 with an n-gain of 0.37. The results of the statistical test showed significant differences (0.003 < 0.05) for scientific thinking skills and (0.009 < 0.05) for understanding of science concepts. Students showed very positive responses, and learning activities demonstrated active student engagement and the teacher's role as a facilitator.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adil, A. D. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif: Teori Dan Praktik (Pertama Ed.). Get Press Indonesia.
Andarista, S., & Rosdiana, L. (2023). Meningkatkan Kemampuan Berpikir Ilmiah Peserta Didik Kelas VIII melalui Pembelajaran Berbasis Masalah Materi Zat Aditif. Pensa: E-Jurnal Pendidikan Sains, 11(1), 8-15.
Anggraini, A. F., & Suciati, M. (2018). Identifikasi kemampuan berpikir ilmiah siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Turi, Sleman. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika FITK UNSIQ (Vol. 1, pp. 48-52).
Arends, R. (2011). Learning to Teach. McGraw-Hill Education
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications
Erviana, L. (2015). Pemanfaatan media pembelajaran berbasis lingkungan sebagai sarana praktikum IPA untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa di SMP-It Ar Rahmah Pacitan. Dinamika Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 7(2).
Fadilah, N. N. (2022). Pengaruh latar belakang sosio-ekonomi terhadap academic achievement siswa di Indonesia berbasis data PISA (Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. http://repository.upi.edu/74053/.
Fitriyyah, T. S. H., & Wulandari, T. S. H. (2019). Pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap berpikir kritis siswa SMP pada pembelajaran biologi materi pemanasan global. Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi, 12(1), 1–8
Fitriyanti, F., Farida, F., & Zikri, A. (2020). Peningkatan Sikap dan Kemampuan Berpikir Ilmiah Siswa Melalui Model PBL di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 4(2), 491–497. https://doi.org/10.31004/basicedu.v4i2.376
Limba, A., Rahman, M., & Nur, S. (2023). Penguatan pengalaman langsung dalam pembelajaran IPA untuk membentuk kompetensi ilmiah siswa. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 11(2), 123–135.
Nababan, E., Marbun, Y. M., & Sihombing, B. (2024). Efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap pemahaman konsep dan hasil belajar pada materi persamaan garis lurus kelas VIII di SMP Negeri 2 Tapian Dolok. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 4(1), 2754–2766
Nurhikma, N., Bitu, A., & Rahman, M. (2024). Pembelajaran interaktif: Meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa. J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan), 5(2), 45–58
Nafis, A. W. (2024). Metode Berpikir Ilmiah. UKPK. Diakses dari UKPK.or.id.
OECD. (2023). PISA 2022 Results (Volume I and II) - Country Notes: Indonesia.
Tempo.co. (2025). Kementerian Pendidikan Targetkan Skor PISA Indonesia Capai 419 pada 2028.
Yusmar, F., & Fadilah, R. E. (2023). Analisis rendahnya literasi sains peserta didik Indonesia: Hasil PISA dan faktor penyebab. LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA, 13(1), 11-19.
Zimmerman, Corinne. (2007). The development of scientific thinking skills in elementary and middle school. Developmental Review. 27. 172-223. 10.1016/j.dr.2006.12.001.
Refbacks
- There are currently no refbacks.





