Analisis kesulitan guru dalam meningkatan keterampilan proses sains peserta didik pada masa pandemi covid-19.

Wulan Aprilia Utami, Puji Astuti

Sari

Keterampilan proses sains (KPS) merupakan hasil belajar siswa secara aktif, yaitu metode pembelajaran dimana siswa mengamati atau bahkan mempraktekkan dan menyimpulkan sendiri materi yang diajarkan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami apa saja kesulitan yang dihadapi pendidik selama pandemi dalam memberdayakan KPS. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan lembar angket. Subyek penelitian ini adalah 20 guru dari Jawa Tengah. Pengambilan sampel dengan simple random sampling. Teknik pengumpulan data diperoleh dari kuesioner yang diambil menggunakan google form menggunakan skala likert yang terdiri dari 24 pertanyaan menggunakan skala likert dan wawancara yang ditanyakan secara online melalui aplikasi zoom. Instrumen diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan SPSS dan dikonsultasikan dengan dosen ahli. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase nilai guru pada setiap aspek. Aspek KPS yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sembilan aspek, yaitu mengamati, mengklasifikasi, menafsirkan, mengajukan pertanyaan, berhipotesis, merencanakan eksperimen, menggunakan alat bahan, menerapkan konsep, dan mengomunikasikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pandemi Covid 19 membuat guru tidak dapat secara maksimal memberdayakan KPS siswa akibat pembelajaran yang dilakukan selama masa pandemi. Berdasarkan hasil penelitian ini, guru dapat menggunakan model pembelajaran yang tepat dan memanfaatkan teknologi yang ada untuk dapat menyelesaikan masalah ini secara maksimal.

 

Analysis of teachers’ difficulty in improving the science process of students in the pandemic covid-19. Science process skills (SPS) are a result of active student learning, namely learning methods in which students observe or even practice and conclude the material being taught themselves. This study aims to understand what difficulties educators face during the pandemic in empowering students' SPS. This type of research is a quantitative study using a questionnaire sheet. The subjects of this study were 20 teachers from Central Java. The sampling technique used in this study was simple random sampling. Data collection techniques were obtained from questionnaires taken using google form using a Likert scale consisting of 24 questions using a Likert scale and interviews that were asked online through the zoom application. The instrument used was previously tested for validity and reliability using SPSS and was consulted with expert lecturers. Data analysis was performed by calculating the percentage of teacher scores in each aspect. The aspects of science process skills used in this study use nine aspects, namely observing, classifying, interpreting, asking questions, hypothesizing, planning experiments, using material tools, applying concepts, and communicating. The results of this study indicate that the Covid 19 pandemic made teachers unable to maximally empower students' science process skills due to learning carried out during the pandemic. Based on the results of this study, teachers can use appropriate learning models and utilize existing technology to be able to solve this problem to the fullest.

Kata Kunci

Keterampilan proses sains; Pandemi Covid 19

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Arlisa, Saputri, D,F., & Boisandi. 2020. Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Pada Materi Listrik Dinamis Di Kelas Ix Smp Negeri 7 Sungai Raya. Jippf. 1(1): 39-43

Baharin, R., Halal, R., dll, 2020, Impact of Human Resource Investment on Labor Productivity in Indonesia, Iranian Journal of Management Studies, 13(1), hal. 139–164

Dewi, dkk. 2017. Efektivitas Modul dengan Model Inkuiri untuk Menumbuhkan Keterampilan Proses Sains pada Materi Kalor. Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah 02 (2) (2017) 105-110. DOI: 10.24042/tadrisv212.1901

Irwandani, I., & Rofiah, S. (2015). Pengaruh Model Pembelajaran Generatif Terhadap Pemahaman Konsep Fisika Pokok Bahasan Bunyi Peserta Didik MTs Al-Hikmah Bandar Lampung. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, 4(2), 165􀂱177. https://doi.org/10.24042/jpifalbiruni.v4i2.90


Iswatun, I., Mosik, M., & Subali, B. (2017). Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Kps Dan Hasil Belajar Siswa Smp Kelas Viii. Jurnal Inovasi Pendidikan Ipa, 3(2), 150–160.

Maghfiroh, N., Susilo, H., & Gofur, H. 2016. Pengaruh Project Based Learning Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas X Sma Negeri Sidoarjo. Jurnal Pendidikan. 1(8). 1588-1593

McFarlane, D.A.2013. Understanding the Challenges of Science Education in the 21 st Century: New Opportunities For Scientific Literacy. International Letters Of Social and Humanistic Sciences (International Lettres Of Social and Humanistic Science), 04 (2013): 35-44

Mulyani, L. 2014. Pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek terhadap Penguasaan Konsep dan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas X pada Materi Keanekaragaman Tumbuhan Biji. Bandung: Prosiding Mathematics and Sciences Forum 2014).

Novitasari, Aulia. Ilyas, Alinis dan Amanah, Siti Nurul. (2017) Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Keterampilan Proses Sains Peserta Didik pada Materi Fotosintesis Kelas XII IPA di SMA Yadika Bandar Lampung. Biosfer Jurnal Tadris Pendidikan Biologi 8 (1) (2017) 91-104. http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/biosfer/index


Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.(2020). Panduan Praktik Klinis: Pneumonia 2019-CoV. PDPI: Jakarta

Rustaman, A. 2005. Pengembangan Kompetensi (Pengetahuan, keterampilan, Sikap, dan Nilai) Melalui Kegiatan Praktikum Biologi. Penelitian Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI Bandung.

Rizqon Halal Syah Aji. 2020. Dampak Covid-19 pada Pendidikan di Indonesia: Sekolah, Keterampilan, dan Proses Pembelajaran. Jurnal Sosial & Budaya Syar-i.7(5). DOI: 10.15408/sjsbs.v7i5.15314

Siwa, I. B., I.W. Muderawan, & I. N. Tika. 2013. Pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Pembelajaran Kimia Terhadap Keterampilan Proses Sains Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa. e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Volume 3 Tahun 2013. Singaraja: Program Studi Pendidikan IPA, Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha.

Suarsana, I. M, dan Mahayukti, G. (2013). Pengembangan E-Modul Berorientasi Pemecahan Masalah untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Indonesia. 2 (2).

Wati, Heny Purnama, dkk. (2016). Upaya Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Mengurangi Miskonsepsi melalui Penerapan E-Modul Berbasis Peoblem Based-Learning Kelas X Mipa 2 SMA Batik 1 Surakarta. Bio-Pedagogi Jurnal 5 (1): 32-37.

World Health Organization. 2020, 'Modes of transmission of virus causing COVID-19: implications for IPC precaution recommendations: scientific brief, 27 March 2020 (No. WHO/2019- nCoV/Sci_Brief/Transmission_modes/2020.

Wulanningsih, S., Prayitno, B. A., & Probosar, R. M. (2012). Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Keterampilan Proses Sains Ditinjau Dari Kemampuan Akademik

Zeidan, A. H., & Jayosi, M. R. (2015). Science process skills and attitudes toward science among palestinian secondary school students. World journal of Education, 5(1), 13-24. Doi: 10.5430/wje.v5n1p13

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.