PENGEMBANGAN MODUL IPA BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS VII SMP PADA MATERI KALOR

Jumadi Jumadi, Widha Sunarno, Nonoh Siti Aminah

Abstract


Tujuan penelitian ini untuk: 1) mengetahui karakteristik modul IPA berbasis keterampilan proses sains (KPS) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada materi kalor bagi peserta didik kelas VII SMP; 2) menguji kelayakan modul IPA berbasis KPS untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada materi kalor peserta didik kelas VII SMP; 3) menguji keefektifan modul IPA berbasis KPS terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VII SMP pada materi kalor. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan Research and Development (R&D). Model penelitian dan pengembangan menggunakan model penelitian 4D Thiagarajan dengan langkah: (1) tahap pendefinisian (define); (2) tahap perancangan (design); (3) tahap pengembangan (develop); (4) tahap penyebaran (disseminate). Pengembangan modul ini dinilai berdasarkan isi, penyajian dan bahasa, modul kemudian diujicobakan pada 9 siswa. Setelah direvisi, modul diujicobakan pada kelas VIIH. Modul IPA berbasis KPS yang memuat komponen pembelajaran mengajukan pertanyaan, merumuskan hipotesis, memprediksi, merencanakan percobaan, menentukan alat dan bahan, menentukan variabel, melakukan pengamatan, melakukan pengukuran, membuat grafik, melakukan klasifikasi, mengolah data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan. Analisis data yang digunakan selama pengembangan adalah analisis diskriptif, analisis kelayakan modul berdasarkan skor kriteria dan analisis kemampuan berpikir kritis dengan t-test. Hasil penelitian ini: (1) karakteristik modul IPA berbasis KPS untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yaitu langkah pembelajaran modul disesuaikan komponen keterampilan proses sains, mengintegrasikan kemampuan berpikir kritis pada setiap komponennya dan memuat soal tes berpikir kritis; (2) kelayakan modul IPA berbasis KPS untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi kalor yang dikembangkan memiliki skor rata-rata persentase sebesar 90,55% dan berkategori sangat baik untuk digunakan sebagai penunjang bahan ajar lainnya; (3) keefektifan modul IPA berbasis KPS dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada materi kalor siswa pada kelas VIIH setelah menggunakan modul IPA berbasis KPS mengalami peningkatan yang dapat dilihat dari nilai N-gain  dari uji coba skala besar sebesar 0,61 dikategorikan “sedang” dengan signifikansi sebesar 0,000.

Keywords


modul; keterampilan proses sains; kemampuan berpikir kritis

Full Text:

PDF
rticle

References


Amanah Ayu Pratama, Sudirman, dan Nely Andriani. 2014. Studi Keterampilan Proses Sains Pada Pembelajaran Fisika Materi Getaran Dan Gelombang Di Kelas VIII SMP Negeri 18 Palembang. Palembang: FKIP Unsri

Angelo, T. A. (1995). Beginning the dialogue: Thoughts on promoting critical thinking: Classroom assessment for critical thinking. Teaching of Psychology, 22(1), 6-7

Depdiknas. (2008). Teknik Penyusunan Modul. Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah

Friska Octavia Rosa. (2014). Pengembangan Modul Pembelajaran IPA SMP Pada Materi Tekanan Berbasis Keterampilan Proses Sains. FKIP Universitas Muhammadiyah Metro.

Michael O. Martin, Ina V.S. Mullis, Pierre Foy, and Gabrielle M. Stanco. (2011). TIMSS 2011 International Results in Science. USA: TIMSS & PIRLS International Study Center Lynch School of Education Boston College.

OECD. (2013). Asian countries top OECD’s latest PISA survey on state of global education. (Online). http://www.-oecd.-org/newsroom/asian-countries-topoecd-s-latest-pisa-survey-on-state-of-global-education.-htm

Ozgelen, Sinan. (2012). Students’ science process skills within a cognitive domain framework. Eurasia Journal of Mathematics, Science & Technology Education, 8, 283-292. Diambil dari www.ejmste.com/v8n4/eurasia_v8n4_ ozgelen.pdf

Prasetyo, Z. K., Senam, Wilujeng, I., et. al,. (2011). Pengembangan perangkat pembelajaran sains terpadu untuk meningkatkan kognitif, keterampilan proses, kreativitas serta menerapkan konsep ilmiah peserta didik SMP. Laporan Penelitian. UNY.

Rezba, R.J., Sprague, C.S., Fiel, R.L., et. al, (1995). Learning and assessing science process skills. (3rd ed). Iowa: Kendall/Hunt Publishing Company.

Thiagarajan, Sivasailam, DS, Semmel Melvyn. (1974). Instruction Development for Training Teachers of Exceptional children. Minneapolis: Indian University.

TIMSS. (2011). Science Framework: Eight-Grade Content Domain.

Trianto. (2013). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Vembriarto. (1985). Pengantar pengajaran modul. Yogyakarta: Yayasan Pendidikan Paramita.




DOI: https://doi.org/10.20961/inkuiri.v7i2.22986

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA 
ISSN 2252-7893 (print) | 2615-7489 (online)
Organized by Magister Pendidikan Sains
Published by Universitas Sebelas Maret
W : https://jurnal.uns.ac.id/inkuiri/
E  : inkuiri@fkip.uns.ac.id

StatCounter - Free Web Tracker and Counter

View INKUIRI Stats

 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0