Vol 7, No 2 (2019)

JULI - DESEMBER

KATA PENGANTAR
Globalisasi di bidang ekonomi telah membawa dampak yang sangat luas pada bidang hukum bisnis. Hukum senantiasa tertinggal termasuk dalam perkembangan perseroan terbatas. Perseroan Terbatas merupakan suatu  artificial person, yaitu  suatu badan hukum  yang dengan sengaja  diciptakan, yang pada dasarnya  mempunyai hak dan kewajiban yang sama  dengan manusia. Bila manusia memiliki  anggota tubuh , perseroan  memiliki organ-organ seperti  komisaris, direksi, dan Rapat Umum Pemegang Saham. Hak dan kewajiban  organ-organ perseroan ini  tidak hanya diatur  oleh undang-undang, Anggaran Dasar, dan doktrin. Perubahan  Anggaran Dasar perseroan hanya dapat  dilakukan sesuai dengan  ketentuan  yang ada dalam Anggaran Dasar. Direksi sebagai organ perseroan yang secara langsung mengurus dan mewakili perseroan agar perseroan dapat berkembang dan menghasilkan keuntungan.

Dalam konteks ini ada relasi kuat antara direksi, perseroan dan tanggung jawab. Guna mengukur tanggung jawab direksi dan organ-organ perseroan terhadap kerugian yang dialami oleh perseroan. Ada beberapa doktrin perseroan yang biasa digunakan secara umum. iduciary duty merupakan hubungan kepercayaan antara direktur dengan perusahaan yang dipimpinnya, yang menyebabkan direktur hanya berkedudukan sebagai trustee semata, dan dituntut kepedulian dan kemampuan (duty of care and skill), itikad baik (good faith), dan loyalitas (duty of loyality) terhadap perseroan dengan derajat yang tinggi (high degree). Dalam menjalankan perseroan, direksi sebagai organ didalamnya seringkali mengambil keputusan yang spekulatif dan bertendensi untuk mengalami kerugian, bisa saja dikarenakan ada hal-hal genting yang harus segera diambil untuk menyelamatkan perusahaan dari kerugian atau sebaliknya dapat membawa keuntungan bagi perseroan jika diambil tindakan cepat dan tepat. Bagaimanapun keputusan direksi harus dihormati karena direksi adalah orang yang memahami betul dan berpengalaman dibidangnya, dan mengenai perlindungan atas tindakannya tersebut dikenal sebagai Business Judgement Rule. Namun disisi lain ada juga direksi yang mengambil kesempatan untuk mengambil keuntungan dalam transaksi, hal ini tentunya menimbulkan benturan kepentingan (conflict of interest) antara kepentingan pribadi direksi (trustee) dan kepentingan perusahaan (beneficiary). Jika hal tersebut terjadi maka segala kerugian yang timbul akibat transaksi tersebut ditanggung oleh pribadi direksi tersebut. Termasuk juga Piercing The Corporate Veil , yakni merupakan suatu doktrin untuk membebani tanggungjawab ke pundak orang atau perusahaan lain, atas perbuatan hukum yang dilakukan oleh suatu perusahaan pelaku (badan hukum), tanpa melihat kepada fakta bahwa perbuatan tersebut sebenar-benarnya dilakukan oleh perseroan pelaku tersebut.

Dalam edisi ini akan disajikan banyak tulisan mengenai hukum perseroan, hak kekayaan intelektual, investasi, hukum kontrakdan isu kekinian mengenai peranan Otoritas Jasa Keuangan Dalam pengawasan terhadap praktik crowd funding.
Akhirnya, dari redaksi selamat menikmati sajian ilmiah bernas dari para peneliti-peneliti yang hebat pada edisi jurnal ini.

                         

Table of Contents

Articles

, Abdurrahman, , Pujiyono
PDF
181-186
Bayu Rangga Warsito, Albertus Sentot Sudarwanto
PDF
187-195
Dewi Prapmasari, M. Hudi Asrori S.
PDF
196-203
Dinaselina Chintya Kosasih, Ambar Budhisulistyawati
PDF
204-211
Hernindyo Reinan Mahastoro, Albertus Sentot Sudarwanto
PDF
212-218
M. Rangga Yusuf, Hernawan Hadi
PDF
219-227
Melati Adventine Christi Silitonga, Adi Sulistiyono
PDF
228-235
Mustika Larasati, Arief Suryono
PDF
236-242
Nindita Widi Afreeportamara, , Pujiyono
PDF
243-250
Prasetyo Ade Witoko, Ambar Budhisulistyawati
PDF
251-257
Putri Noor Ilmi, Moch. Najib Imanullah
PDF
258-265
Rilo Fisyahril Ramadhan, Yudho Taruno Muryanto
PDF
266-272
Sandytias Dwi Putera, Anjar Sri Ciptorukmi Nugraheni
PDF
273-282
Teguh Wisnu Wardhana, Yudho Taruno Muryanto
PDF
283-292
Yosua Gabriel Pradipta, Dona Budi Kharisma
PDF
293-301
Zevanya Emmanuela Issubagyo, Dona Budi Kharisma
302-311