Strategi Kepemimpinan Cut Nyak Dien dan Implikasinya terhadap Identitas Keislaman Nusantara

Eky Alfiana Na'ifatul, Agus Khunaifi

Abstract

Artikel ini menganalisis strategi perjuangan Cut Nyak Dien dalam Perang Aceh melawan kolonial Belanda serta implikasi mendalamnya terhadap perkembangan sejarah Islam di Nusantara. Penelitian mengungkap taktik perlawanan militer seperti perang gerilya di hutan dengan pindah-pindah tempat untuk membingungkan musuh, serta pengaruhnya terhadap penguatan identitas keislaman melalui semangat perang sabil yang memobilisasi rakyat Aceh dari berbagai lapisan. Tinjauan menyoroti latar belakang Perang Aceh akibat pelanggaran Traktat Sumatra tahun 1871, biografi Cut Nyak Dien sebagai putri uleebalang dengan pendidikan agama kuat, serta proses perjuangannya setelah suami-suaminya gugur, yang meninggalkan dampak signifikan di bidang agama melalui dakwah amar ma'ruf nahi mungkar, sosial-budaya dengan peninggalan museum dan monumen, serta politik melalui pengakuan sebagai pahlawan nasional yang memperkuat peran perempuan Muslim. Hasil menegaskan bahwa perjuangan Cut Nyak Dien menghambat ekspansi Belanda hingga penangkapannya pada 1905 dan pengasingan ke Sumedang, sekaligus memperkokoh Islam sebagai fondasi identitas nasional di Nusantara, dengan prospek studi lanjutan tentang integrasi nilai jihad dalam kepemimpinan perempuan kontemporer.

Keywords

Cut Nyak Dien; Perang Aceh; sejarah Islam Nusantara; strategi gerilyaun

Full Text:

PDF

References

Abdullah, M., & Dewi, E. (2023). Jihad Fi Sabilillah of Acehnese Women against Occupation: Inspiration for the Resilience of Women during Conflicts, Tsunamis, and Pandemics. Millati: Journal of Islamic Studies and Humanities, 8(2), 1-20.

Alfian, I. (1987). Perang di jalan Allah: Perang Aceh 1873-1912. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Anita, R. (2018). Cut Nyak Dhien: Ibu perbu dari tanah Rencong. Yogyakarta: Sociality.

Daliman, A. (2015). Metode penelitian sejarah. Yogyakarta: Ombak.

Fakhri, F., Fuadi, M., & Asnah, E. (2020). Perjuangan Cut Nyak Dhien dalam perspektif dakwah. Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam, 4(2), 46-58.

Fitriyah, L. (2019). Perang Aceh 1873-1903: Surutnya hubungan diplomasi Kesultanan Aceh dan Turki Utsmani. Surabaya: Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Lulofs, S. (2017). Cut Nyak Din: Kisah ratu perang Aceh. Depok: Komunitas Bambu.

Mujiburrahman, M. (2024). Acehnese women as guardians of cultural heritage. Jurnal MSPR, 5(1), 1-15.

Nasir, M. (2013). Perempuan memainkan peran penting dalam sejarah Aceh. Banda Aceh: Pemerintah Aceh.

Notosusanto, N., & Poesponegoro, M. D. (1992). Sejarah nasional Indonesia IV. Jakarta: Balai Pustaka.

Sarifah, S. (2018). Potret perempuan dalam ranah politik di Indonesia. Jurnal An Nissa, 9(1), 336-350.

Siti Aisyah. (2020). Peran perempuan dalam masyarakat di Aceh. Banda Aceh: UIN Ar-Raniry.

Soraya, S. K., Samingan, & Roe, Y. T. (2021). Cut Nyak Dien: Ratu perang Aceh dalam melawan pemerintah kolonial Belanda tahun 1878-1908. Sajaratun: Jurnal Pendidikan Sejarah, 4(1), 55-68. https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/1475

Syafaah, A. (2017). Peran tokoh wanita pada masa kolonialisme. Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam, 5(2), 113-125.

Syahrizal, S. (2025). Peran perempuan dalam sejarah budaya Aceh: Studi tokoh dan tradisi lokal. Edusociety: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan, 6(2), 100-120.