Studi Literatur: Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Inquiry Learning

Balqis Adestya Wili, Bima Priyamoko, Dewi Indrapangastuti

Abstract

Proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru menyebabkan siswa cenderung pasif dalam menerima informasi, oleh karena itu model Inquiry Learning menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran melalui kegiatan penyelidikan untuk menemukan konsep atau pengetahuan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model Inquiry Learning dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan, menelaah, dan menganalisis 30 artikel ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar, Garuda, dan Sinta dengan rentang waktu 2016-2026 penelusuran difokuskan pada kata kunci “Model inquiry learning meningkatkan keterampilan berpikir kritis”, “Model inquiry learning meningkatkan hasil belajar siswa”, dan “Model inquiry learning meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar”. Hasil kajian menunjukkan bahwa model Inquiry Learning mampu mendorong siswa untuk aktif mencari informasi, mengajukan pertanyaan, menganalisis data, memecahkan masalah, serta menarik kesimpulan secara mandiri. Aktivitas tersebut berkontribusi signifikan terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa, yang ditandai dengan kemampuan mengidentifikasi masalah, mengevaluasi informasi, dan mengambil keputusan berdasarkan bukti yang relevan. Selain itu, penerapan Inquiry Learning juga terbukti meningkatkan hasil belajar siswa baik pada aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Dengan demikian, model Inquiry Learning dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa di berbagai mata pelajaran.

Keywords

Inquiry Learning; Keterampilan Berpikir Kritis; Hasil Belajar; Studi Literatur

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.