Identifikasi Miskonsepsi Konsep Gaya dan Gerak di SD Berbantuan AI

Aulia Saputri, Annisatun Khofifah, Mia Amelia Agustin, Jesi Nanda Pratiwi, Laely Ramadhani, Aris Naeni Dwiyanti

Abstract

Miskonsepsi pada materi gaya dan gerak merupakan salah satu hambatan mendasar dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar karena dapat membentuk pemahaman ilmiah yang keliru dan bertahan dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk miskonsepsi yang dialami siswa kelas IV SD Negeri Jangrana, mengungkap faktor penyebabnya, serta menganalisis implikasinya terhadap proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis dokumen Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi muncul dalam bentuk penalaran yang terlalu berorientasi pada pengalaman konkret, pemahaman konsep yang parsial, kesalahan penalaran ilmiah, serta kekeliruan dalam memahami hubungan antara gaya dan gerak. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengalaman sehari-hari, keterbatasan bahasa ilmiah, dan kesulitan memahami konsep abstrak menjadi faktor dominan penyebab miskonsepsi. Oleh karena itu, identifikasi dini miskonsepsi diperlukan sebagai landasan untuk merancang pembelajaran yang lebih reflektif, bermakna, dan berpusat pada perkembangan pemahaman konseptual siswa

Keywords

miskonsepsi; gaya dan gerak; IPAS; sekolah dasar; pemahaman konseptual

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.