Festival Samin: Eksistensi dan Edukasi Masyarakat Samin di Masa Kini (Kajian Pragmatik)

Aris Wuryantoro

Abstract

Penelitian ini secara umum mengkaji pitutur luhur masyarakat Samin dalam Festival Samin 10 sebagai bentuk eksistensi dan edukasi melalui kajian Pragmatik. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis ungkapan pitutur luhur dalam Festival Samin 10 yang diadakan di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi lapangan guna mendapatkan data langsung. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Data berupa tema, slogan dan pitutur luhur dalam festival yang dianalisis menggunakan modelnya Miles, Hubberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Festival Samin sebagai simbol eksistensi budaya, dalam pitutur luhur Samin menunjukkan adanya makna tingkatan lokusi, ilokusi, dan perlokusi di setiap tindak tuturnya, dan banyak nilai edukasi yang terkandung dalam pitutur luhur Samin, antara lain kejujuran, kesabaran, keteguhan, ikhlas, kesederhanaan, gotong royong, kepedulian, hormat kepada orang tua/leluhur, cinta damai, tidak mudah memfitnah orang lain, saling menyayangi, tidak berjiwa korup, bertanggungjawab, dan berempati. Dapat disimpulkan bahwa Festival Samin tidak hanya sebagai ajang pelestarian budaya, namun juga berfungsi sebagai ajang menunjukkan eksistensi dan sarana edukasi masyarakat Samin kepada khalayak umum.

Keywords

festival samin; pitutur luhur; eksistensi; edukasi; pragmatik

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.