Pemanfaatan Minyak Serai Sebagai Bahan Aktif Nanovirusida untuk Pengendalian Penyakit Kuning pada Cabai

Dwiwiyati Nurul Septariani, Hadiwiyono Hadiwiyono, Puji Harsono, Munti'ah Mawar

Abstract

Cabai merupakan komoditas yang penting secara ekonomi bagi Kelompok Tani Sidoluhur dan Kelompok Wanita Tani Puteri Petani Mandiri di Desa Cabeyan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo. Minimnya pengetahuan petani tentang pengendalian OPT menyebabkan pertanaman cabai terkendala berbagai penyakit terutama virus kuning yang dapat menurunkan hasil hingga 100%. Akhir-akhir ini berkembang formulasi nanoteknologi yang dapat meningkatkan efektivitas pestisida nabati. Nanoteknologi pestisida adalah formulasi partikel nanopestisida yang meningkatkan kelarutan, tingkat disolusi, dan dispersi saat aplikasi sehingga meningkatkan efikasi pestisida. Salah satu jenisnya yaitu nanovirusida yang berfungsi menekan infeksi virus pada tanaman. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan nanovirusida nabati untuk mengatasi masalah penyakit pada pertanaman cabai. Metode kegiatan berupa penyuluhan mengenai cara mengendalikan berbagai organisme pengganggu tanaman (OPT) pada cabai, pembuatan demplot pembibitan, serta pelatihan teknis budidaya cabai dengan nanovirusida nabati. Aplikasi nanovirusida di lahan cabai lokasi mitra terbukti efektif menurunkan intensitas penyakit kuning lebih dari 50% dibandingkan tanpa pengendalian. Hasil kegiatan yang diperoleh berupa peningkatan keterampilan petani pada pengendalian virus kuning dan serangga penularnya dengan nanovirusida.

Keywords

Cymbopogon nardus; minyak serai wangi; aphid; Pepper yellow leaf curl virus; tular serangga

Full Text:

PDF

References

Ariningsih E. 2016. Prospects of Nanotechnology Application in Agriculture and Food Processing in Indonesia. Forum Penelit Agro Ekon. 34(1):1–20.

Ariyanti NA. 2012. Mekanisme infeksi virus kuning cabai (pepper yellow leaf curl virus) dan pengaruhnya terhadap proses fisiologi tanaman cabai. In: Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi. p. 682–686.

Budi Kurniasih. 2018. Serangan Virus Kuning pada Tanaman Cabai Bisa Dicegah Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Serangan Virus Kuning pada Tanaman Cabai Bisa Dicegah”, https://ekonomi.kompas.com/read/2018/07/10/133200826/serangan-virus-kuning-pada-tanaman-caba. Kompas Com. 10/07/2018.

Bergeson, L.L. 2016. Nanosilver : US EPA’s Pesticide Office Considers How Best to Proceed. Environmental Quality Management. 19, 79–85.

Bouwmeester, H., Dekkers, S., Noordam, M.Y., Hagens, W.I., Bulder, A.S., de Heer, C., ten Voorde, S.E.C.G., Wijnhoven, S.W.P., Marvin, H.J.P. & Sips, A.J.A.M. 2009. Review of Health Safety Aspects of Nanotechnologies in Food Production. Regulatory Toxicology and Pharmacology. 53 (1) 52–62.

Duhan JS, Kumar R, Kumar N, Kaur P, Nehra K, Duhan S. 2017. Nanotechnology: The new perspective in precision agriculture. Biotechnol Reports. 15:11–23. doi:10.1016/j.btre.2017.03.002.

Ely Novrianty, Nasriati, Fauziah. 2013. Pengendalian Virus Kuning Tanaman Cabe.

Gaswanto R, Syukur M, Hidayat SH, Gunaeni N. 2016. Identifikasi Gejala dan Kisaran Inang Enam Isolat Begomovirus Cabai di Indonesia. J Hortik. 26(2):223–234.

Goodyer LI, Croft AM, Frances SP, Hill N, Moore SJ, Onyango SP, Debboun M. 2010. Expert review of the evidence base for arthropod bites avoidance. J Travel Med 17:1708-8305.

Gunaeni N, Wulandari AW. 2010. Cara Pengendalian Nonkimiawi terhadap Serangga Vektor Kutudaun dan Intensitas Serangan Penyakit Virus Mosaik pada Tanaman Cabai Merah. J Hortik. 20(4):368–376.

Hartati, SR. 2012. Prospek pengembangan minyak atsiri sebagai pestisida nabati. Perspektif 11(1):37-43.

Isman MB. 2000. Plant essential oil for pest and disease management. Crop Protection 19:603-608.

Kwon Y, Kim SH, Ronderos DS, Lee Y, Akitake B, Woodward OM, Guggino WB, Smith DP, Montell C. 2010. Drosophila TRPA1 channel is required to avoid the naturally occurring insect repellent citronellal. Current Biology 20:1672-1678. DOI: 10.1016/j.cub.2010.08.016.

Manjunatha SB, Biradar DP, Aladakatti YR. 2016. Nanotechnology and its applications in agriculture: A review. J Farm Sci. 19(1):1–13.

Mutchler E. 1991. Dinamika Obat: Buku Ajar Farmakologi dan Toksikologi. Edisi 5. Diterjemahkan oleh Widianto M, Kanto AS. ITB. Bandung.

Noveriza R, Mariana M, Yuliani S. 2017. Keefektifan Formula Nanoemulsi Minyak Serai Wangi terhadap Potyvirus Penyebap Penyakit Mosaik pada Tanaman Nilam. Bul. Littro, 28 (1):47-56. DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v28n1.2017.47-56

Setiawati W, Udiarto B, Soetiarso T. 2008. Pengaruh varietas dan sistem tanam cabai merah terhadap penekanan populasi hama kutu kebul. J Hortik. 18(1):55–61.

Shah MA, Wani SH, Khan AA. 2016. Nanotechnology and insecticidal formulations. J Food Bioeng Nanoprocessing. 1(3):285–310.

Vivaldy’ LA, Max-M R, Guntur-S-J M. 2017. Insidensi Penyakit Virus pada Cabai (Capscum anuum) di Desa Kakaskasen II Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon. COCOS. 1(6):1–9.

Worrall E, Hamid A, Mody K, Mitter N, Pappu H. 2018. Nanotechnology for Plant Disease Management. Agronomy. 8(12):285. doi:10.3390/agronomy8120285.

Yanuar F, Widawati M. 2017. Pemanfaatan Nanoteknologi dalam Pengembangan Pupuk aan Pestisida Organik . Materi Loka Penelitian dan Pengembangan Penyakit Bersumber Binatang Ciamis, Litbang Kesehatan 2014. file:///C:/Users/ASUS/Downloads/draft-PEMANFAATANNANOTEKNOLOGIDALAMPENGEMBANGANINDUSTRIPESTISIDAORGANIK.pdf

Zhao X, Cui H, Wang Y, Sun C, Cui B, Zeng Z. 2018. Development Strategies and Prospects of Nano-based Smart Pesticide Formulation. J Agric Food Chem. 66(26):6504–6512. doi:10.1021/acs.jafc.7b02004.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.