PENGARUH METODE STORYTELLING TERHADAP PERILAKU SOPAN SANTUN ANAK USIA 5-6 TAHUN

Widyastuti Widyastuti, Vera Sholeha

Abstract

Perubahan sosial dan budaya merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari dalam masyarakat yang terus berkembang. Penelitian ini dilakukan karena adanya perilaku sopan santun pada anak usia dini yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode storytelling terhadap perilaku sopan santun anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental research) dengan pendekatan kuantitatif serta menggunakan desain one group pretest posttest design. Sumber data penelitian ini meliputi perilaku sopan santun anak usia 5-6 tahun serta pengaruh metode storytelling dengan menggunakan boneka jari. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 30 anak. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik observasi behavioral checklist untuk mengamati dan mencatat perilaku sopan santun anak sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Teknik uji validitas yang digunakan adalah uji validitas isi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum diberikan treatment atau perlakuan dan sesudah diberikan treatment atau perlakuan. Implikasinya, teknik bercerita adalah cara yang ampuh untuk membentuk karakter anak dan dapat berpengaruh pada perkembangan pribadi anak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode storytelling berpengaruh positif terhadap perilaku sopan santun terhadap anak usia 5-6 tahun.

Keywords

Anak Usia Dini; Boneka Jari; Metode Storytelling; Perilaku Sopan Santun

Full Text:

PDF

References

Aini, Q. (2019). Pengembangan Karakter Sopan Santun melalui Kegiatan Bermain Peran pada Anak Usia Dini di Tk Adirasa Jumiang. Islamic EduKids, 1(2), 41–48. https://doi.org/10.20414/iek.v1i2.1699

Afriyanto, F., & SS, H. H. (2019, Oktober). Hubungan Anatara Keteladanan Guru BK dengan Perilaku Sopan Santun Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Colomadu Tahun Pelajaran 2028/2029. Jurnal Medi Kons, 5(2). https://doi.org/10.33061/jm.v5i2.3184

Amelia, C. R. T. (2021). Penerapan Metode Bermain Peran Untuk Meningkatkan Perilaku Sopan Santun Pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi dan Kesehatan (J-P3K), 2(2), 126–134. https://doi.org/10.51849/j-p3k.v2i2.108

Bachri, B. S. (2005). Pengembangan Kegiatan Bercerita di Taman Kanak-Kanak, Teknik dan Prosedurnya. Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi.

Bachtiar, S. (2013). Buku Pintar Memahami Psikologi Anak Didik. Pinang Merah Publishe.

Febrianti, S. A., Dewi, D. A., & Adriansyah, M. I. (2024). Lunturnya Nilai Moral dan Karakter Anak Bangsa Sebagai Dampak Dari Kemajuan Teknologi. PRIMER : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(1), 1–8. https://doi.org/10.55681/primer.v2i1.269

Firdaus, A., Pramudiani, P., & Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, U. (2022). Penggunaan Smartphone terhadap Perilaku Sopan Santun pada Siswa Usia Sekolah Dasar. Jurnal Cakrawala Pendas, 8(4). https://doi.org/10.31949/jcp.v8i2.3211

Kisyanto, E. (2022, November 2). Storytelling: Satu Paket Pengenalan Cerita Rakyat Nusantara dan Penanaman Pendidikan Karakter pada Siswa. Jurnal Seumubeuet: Jurnal Pendidikan Islam.

Kohlberg, L. (1981). Essays on Moral Development, Vol. 1: The Philosophy of Moral Development. San Francisco: Harper & Row.

Masruroh, A., Dhieni, N., & Karnadi, K. (2020). Pengaruh Metode Pembelajaran Bahasa Jawa Melalui Bermain Peran terhadap Perilaku Sopan Santun Anak. Indonesian Journal of Educational Counseling, 4(1), 21–30. https://doi.org/10.30653/001.202041.121

Muccy, S. F., Trisnawati, I., & Aminuddin, A. (2022). Language politeness of preschool children in the market environment. KnE Social Sciences, 7(8), 312–327. https://doi.org/10.18502/kss.v7i8.10751

Munajah, R. (2021). Modul Pedoman Bercerita (Storytelling) untuk Guru Sekolah Dasar. Penerbit Universitas Trilogi.

Phillips, L. (2000). Storytelling: The seeds of children’s creativity. Australasian Journal of Early Childhood, doi.org/10.1177/183693910002500302

Prianggita, V. A., & Sartika, N. S. (2018). Pelatihan Membuat Boneka Jari Bagi Ibu-Ibu POMG TKIT Irsyadul Ibad Pandeglang. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3(1), 99–103. https://doi.org/10.30653/002.201831.53

Rahiem, M. D. (2021). Storytelling in early childhood education: Time to go digital. International Journal of Child Care and Education Policy, 15(1), 4.

Rahma Putri, S., & Eliza, D. (2023). Pengaruh Storytelling terhadap Karakter Sopan Santun Anak Usia 5-6 Tahun. Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 651–665. https://doi.org/10.37985/murhum.v4i2.354

Ramdhani, S., Yuliastri, N. A., Sari, S. D., & Hasriah, S. (2019). Penanaman Nilai-Nilai Karakter melalui Kegiatan Storytelling dengan Menggunakan Cerita Rakyat Sasak pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 153. https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i1.108

Retnawati, H. (2015). Validitas dan reliabilitas instrumen penelitian. Yogyakarta: Parama Publishing.

Saripudin, D., Komalasari, K., & Anggraini, D. N. (2021). Value-Based Digital Storytelling Learning Media to Foster Student Character. International Journal of Instruction, 14(2), 369-384.

Santrock, J. W. (2009). Perkembangan anak (Edisi ke-11). Jakarta: Erlangga.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta, 2018.

Sujiono, Y. N. (2009). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. PT Indeks.

Suyadi, & Dahlia. (2014). Implementasi dan Inovasi Kurikulum Paud 2013, Program Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences (1st ed.). PT Remaja Rosdakarya Bandung.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.