Perilaku Sadfishing pada Aplikasi TikTok dan Penanganannya: Studi Kasus pada Siswa SMA

Balqis Sayidina Alatas, Akhmad Harum, Fitriana Fitriana

Abstract

This qualitative clinical case study examines the manifestations, causal factors, and management strategies associated with sadfishing behavior in a student. Data were collected through interviews, observation, and documentation, and analyzed using qualitative descriptive methods. The study addressed three primary objectives: describing the behavior, identifying its causes, and detailing the intervention process. Results indicated that RR's sadfishing involved repeatedly re-posting sad content online as a maladaptive strategy to alleviate emotional distress and seek validation for unexpressed suffering. The identified causes included internal factors, such as an inner conflict between the desire for relief and difficulty communicating, reinforced by social withdrawal, as well as external factors, including limited social support from family and insufficient awareness among school staff and peers. The main intervention applied was the Cognitive Restructuring technique. Following the intervention, the subject demonstrated a gradual reduction in sadfishing behaviors and irrational thoughts, along with improved communication skills, reflecting positive changes in emotional regulation, behavior, and mindset.

Keywords

Sadfishing; Cognitive Behavioral Therapy; Cognitive Restructuring

Full Text:

PDF

References

Aini, D. K. (2019). Penerapan Cognitive Behaviour Therapy dalam mengembangkan kepribadian remaja di panti asuhan. Jurnal Ilmu Dakwah, 39(1), 70. https://doi.org/10.21580/jid.v39.1.4432

Amrullah, A. M., Citriadin, Y., & Thohri, M. (2023). Manajemen penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam meningkatkan kinerja guru pendidikan agama Islam di SMKN 1 Narmada Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 9(3), 2176–2181. https://doi.org/10.58258/jime.v9i3.5897

Annisa, S. W., Salsabila, A. A., & Mahmud, A. M. (2024). Perkembangan emosional remaja broken home. 4(1), 709–726.

Arsini, Y., Azzahra, H., Tarigan, K. S., & Azhari, I. (2023). Pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental remaja. MUDABBIR Journal Research and Education Studies, 3(2), 50–54. https://doi.org/10.56832/mudabbir.v3i2.370

Calosa, P. G., & Astari, D. W. (2024). Literasi digital sebagai upaya mengatasi sadfishing penyalahgunaan donasi di aplikasi X. Wacana, 23(2), 338–351. https://doi.org/10.32509/wacana.v23i2.4388

Com, S., Unlu, Z. C., & Aytas, M. (2025). Sadfishing or emotional baiting: The pursuit of interaction and followers through emotional posts on social media. Edelweiss Applied Science and Technology, 9(4), 1725–1732. https://doi.org/10.55214/25768484.v9i4.6355

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.

Fattah, N. D. A. (2019). Metode penelitian kualitatif. Sustainability, 11(1), 1–14.

Febriani, S., Sinring, A., & Konseling, B. (2020). Pengembangan buku jujur dalam bibliokonseling. Indonesian Journal of School Counseling, 4(2). https://doi.org/10.26858/jpkk.v4i2.5817

Gultom, A. D. A., Harahap, E. S., & Mardiyah, A. (2025). Dampak media sosial pada perilaku mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling Pendidikan Islam semester VI di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Jurnal Pendidikan Islam, 2(5).

Hamdan, S. H., Prisusanti, D. R., Fahmi, A., Haryanti, S., Pangestu, A. N., Primasari, A. N., Putri, S. N., Adinata, A. A., & Firmansyah. (2022). Metodologi penelitian kualitatif. Rake Sarasin.

Hamzah, R. E., & Putri, C. E. (2022). Fenomena memancing kesedihan di media sosial (sadfishing) pada literasi digital remaja. Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 21(2), 311–323. https://doi.org/10.32509/wacana.v21i2.2290

Latif, S., Hikma, N., & Makassar, U. N. (2024). Studi kasus tentang dinamika emosi dan perilaku remaja pasca putus cinta dan penanganannya di SMAN 5 Toraja Utara. Jurnal Psikologi Remaja, 3, 33–42.

Lestari. (2024). Pendidikan dan perkembangan jasmani remaja. 2, 164–173.

Mailoa, E. O., Hermanto, Y. P., & Hindradjat, J. (2022). Orang tua sebagai supporting system: Penanganan anak remaja yang mengalami depresi. Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral, 3(2), 244–267. https://doi.org/10.46408/vxd.v3i2.154

Mirza, S. R., Rahmawati, D. H., & Info, A. (2025). Online self-disclosure pada individu dewasa awal yang mengalami broken home melalui media sosial X. Jurnal Psikologi Digital, 8, 7728–7737.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung, Indonesia: PT Remaja Rosdakarya.

Mulyana, D., Mirawati, I., & Universitas Padjadjaran. (2024). Mengungkap tren self-diagnosis Gen Z: Motif penggunaan kalkulator kesehatan mental di media sosial. Jurnal Komunikasi Digital, 7(2), 196–205. https://doi.org/10.17977/um022v7i2p196-205

Petrofes, B. A. (2021). Predictors of online “sad-fishing” among college students. Pharmacognosy Magazine, 75(17), 399–405.

Putra, R. P. (2024). Dampak buruk media sosial bagi perkembangan anak. Jurnal Pendidikan Anak Indonesia, 1(November), 158–167.

Putra, T., & Ardi, Z. (2025). Pengaruh pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) untuk meningkatkan kepercayaan diri. Jurnal Konseling Indonesia, 6(1), 245–254.

Putri, C. E., Hamzah, R. E., & Toruan, R. R. M. L. (2023). Fenomena sadfishing pada hastag #pelakor di media sosial TikTok. Komunikata57: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 4(1), 39–49. https://doi.org/10.55122/kom57.v4i1.752

Rahayu. (2020). Kecenderungan perilaku narsistik siswa. Indonesian Journal of School Counseling, 4(2). https://doi.org/10.26858/jpkk.v4i2.5817

Rahmatullah, M. M., Azzahra, N. N., & Savara, D. (2025). Pendekatan teknik Cognitive Behavioral Therapy dalam konseling kelompok. Jurnal Konseling Terapan, May.

Rendy, F., & Nurfitriati. (2024). Fenomena sadfishing: Studi netnografi dengan tagar #tumpukditengah pada media sosial Instagram di Indonesia. Jurnal Komunikasi Remaja, 6(9).

Sanjaya, T., Rasmanah, M., & Fitri, H. U. (2024). Keefektifan konseling kelompok dengan teknik cognitive restructuring untuk mengurangi sadfishing pada mahasiswa. Jurnal Pendidikan Sosial dan Konseling, 2(1), 1–7.

Siregar, V. D. (2022). Self-disclosure generasi Z melalui TikTok. Azzahrah Syafiera, 8(5), 2003–2005.

Sofiannisa, S., Mori, R. H., Lisbeth, F. H., & Khairat, I. (2025). Teknik cognitive restructuring dalam konseling: Mengubah pola pikir negatif menjadi positif. Conseils: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 5(1). https://doi.org/10.55352/bki.v5i1.1971

Tohirin. (2012). Metode penelitian kualitatif. (PDF).

Vijay Mahadeorao Bhujade. (2017). Depression, anxiety and academic stress among college students: A brief review. Indian Journal of Health and Wellbeing, 8(7), 748–751.

Widayanti, L., Hasanah, M., Hadi, A., & Sundafa, A. (2025). Teknik Cognitive Behavior Therapy untuk mengetahui regulasi emosi siswa. Jurnal Consulenza: Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi, 91–99.

Zuraidah, Z. (2023). Peran teknik CBT (Cognitive Behavior Therapy) dalam mengelola stres remaja. Journal Innovation in Education, 1(4), 1–21. https://doi.org/10.59841/inoved.v1i4.342

Refbacks

  • There are currently no refbacks.