Perilaku Sadfishing pada Aplikasi TikTok dan Penanganannya: Studi Kasus pada Siswa SMA
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aini, D. K. (2019). Penerapan Cognitive Behaviour Therapy dalam mengembangkan kepribadian remaja di panti asuhan. Jurnal Ilmu Dakwah, 39(1), 70. https://doi.org/10.21580/jid.v39.1.4432
Amrullah, A. M., Citriadin, Y., & Thohri, M. (2023). Manajemen penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam meningkatkan kinerja guru pendidikan agama Islam di SMKN 1 Narmada Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 9(3), 2176–2181. https://doi.org/10.58258/jime.v9i3.5897
Annisa, S. W., Salsabila, A. A., & Mahmud, A. M. (2024). Perkembangan emosional remaja broken home. 4(1), 709–726.
Arsini, Y., Azzahra, H., Tarigan, K. S., & Azhari, I. (2023). Pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental remaja. MUDABBIR Journal Research and Education Studies, 3(2), 50–54. https://doi.org/10.56832/mudabbir.v3i2.370
Calosa, P. G., & Astari, D. W. (2024). Literasi digital sebagai upaya mengatasi sadfishing penyalahgunaan donasi di aplikasi X. Wacana, 23(2), 338–351. https://doi.org/10.32509/wacana.v23i2.4388
Com, S., Unlu, Z. C., & Aytas, M. (2025). Sadfishing or emotional baiting: The pursuit of interaction and followers through emotional posts on social media. Edelweiss Applied Science and Technology, 9(4), 1725–1732. https://doi.org/10.55214/25768484.v9i4.6355
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.
Fattah, N. D. A. (2019). Metode penelitian kualitatif. Sustainability, 11(1), 1–14.
Febriani, S., Sinring, A., & Konseling, B. (2020). Pengembangan buku jujur dalam bibliokonseling. Indonesian Journal of School Counseling, 4(2). https://doi.org/10.26858/jpkk.v4i2.5817
Gultom, A. D. A., Harahap, E. S., & Mardiyah, A. (2025). Dampak media sosial pada perilaku mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling Pendidikan Islam semester VI di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Jurnal Pendidikan Islam, 2(5).
Hamdan, S. H., Prisusanti, D. R., Fahmi, A., Haryanti, S., Pangestu, A. N., Primasari, A. N., Putri, S. N., Adinata, A. A., & Firmansyah. (2022). Metodologi penelitian kualitatif. Rake Sarasin.
Hamzah, R. E., & Putri, C. E. (2022). Fenomena memancing kesedihan di media sosial (sadfishing) pada literasi digital remaja. Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 21(2), 311–323. https://doi.org/10.32509/wacana.v21i2.2290
Latif, S., Hikma, N., & Makassar, U. N. (2024). Studi kasus tentang dinamika emosi dan perilaku remaja pasca putus cinta dan penanganannya di SMAN 5 Toraja Utara. Jurnal Psikologi Remaja, 3, 33–42.
Lestari. (2024). Pendidikan dan perkembangan jasmani remaja. 2, 164–173.
Mailoa, E. O., Hermanto, Y. P., & Hindradjat, J. (2022). Orang tua sebagai supporting system: Penanganan anak remaja yang mengalami depresi. Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral, 3(2), 244–267. https://doi.org/10.46408/vxd.v3i2.154
Mirza, S. R., Rahmawati, D. H., & Info, A. (2025). Online self-disclosure pada individu dewasa awal yang mengalami broken home melalui media sosial X. Jurnal Psikologi Digital, 8, 7728–7737.
Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung, Indonesia: PT Remaja Rosdakarya.
Mulyana, D., Mirawati, I., & Universitas Padjadjaran. (2024). Mengungkap tren self-diagnosis Gen Z: Motif penggunaan kalkulator kesehatan mental di media sosial. Jurnal Komunikasi Digital, 7(2), 196–205. https://doi.org/10.17977/um022v7i2p196-205
Petrofes, B. A. (2021). Predictors of online “sad-fishing” among college students. Pharmacognosy Magazine, 75(17), 399–405.
Putra, R. P. (2024). Dampak buruk media sosial bagi perkembangan anak. Jurnal Pendidikan Anak Indonesia, 1(November), 158–167.
Putra, T., & Ardi, Z. (2025). Pengaruh pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) untuk meningkatkan kepercayaan diri. Jurnal Konseling Indonesia, 6(1), 245–254.
Putri, C. E., Hamzah, R. E., & Toruan, R. R. M. L. (2023). Fenomena sadfishing pada hastag #pelakor di media sosial TikTok. Komunikata57: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 4(1), 39–49. https://doi.org/10.55122/kom57.v4i1.752
Rahayu. (2020). Kecenderungan perilaku narsistik siswa. Indonesian Journal of School Counseling, 4(2). https://doi.org/10.26858/jpkk.v4i2.5817
Rahmatullah, M. M., Azzahra, N. N., & Savara, D. (2025). Pendekatan teknik Cognitive Behavioral Therapy dalam konseling kelompok. Jurnal Konseling Terapan, May.
Rendy, F., & Nurfitriati. (2024). Fenomena sadfishing: Studi netnografi dengan tagar #tumpukditengah pada media sosial Instagram di Indonesia. Jurnal Komunikasi Remaja, 6(9).
Sanjaya, T., Rasmanah, M., & Fitri, H. U. (2024). Keefektifan konseling kelompok dengan teknik cognitive restructuring untuk mengurangi sadfishing pada mahasiswa. Jurnal Pendidikan Sosial dan Konseling, 2(1), 1–7.
Siregar, V. D. (2022). Self-disclosure generasi Z melalui TikTok. Azzahrah Syafiera, 8(5), 2003–2005.
Sofiannisa, S., Mori, R. H., Lisbeth, F. H., & Khairat, I. (2025). Teknik cognitive restructuring dalam konseling: Mengubah pola pikir negatif menjadi positif. Conseils: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 5(1). https://doi.org/10.55352/bki.v5i1.1971
Tohirin. (2012). Metode penelitian kualitatif. (PDF).
Vijay Mahadeorao Bhujade. (2017). Depression, anxiety and academic stress among college students: A brief review. Indian Journal of Health and Wellbeing, 8(7), 748–751.
Widayanti, L., Hasanah, M., Hadi, A., & Sundafa, A. (2025). Teknik Cognitive Behavior Therapy untuk mengetahui regulasi emosi siswa. Jurnal Consulenza: Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi, 91–99.
Zuraidah, Z. (2023). Peran teknik CBT (Cognitive Behavior Therapy) dalam mengelola stres remaja. Journal Innovation in Education, 1(4), 1–21. https://doi.org/10.59841/inoved.v1i4.342
Refbacks
- There are currently no refbacks.


