Sekolah hijau atau sekadar slogan? Realitas di tepi Muara Barito
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tantangan utama dalam pengelolaan sekolah hijau di SD Tepi Muara Sungai Barito dan merumuskan strategi peningkatannya. Pendekatan kualitatif dengan studi kasus digunakan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap guru. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sekolah hijau terhambat oleh keterbatasan anggaran, minimnya sumber daya, rendahnya partisipasi publik, serta absennya evaluasi dan tindak lanjut berkelanjutan. Temuan lain mengungkap belum adanya struktur organisasi yang jelas untuk mengelola gerakan sekolah hijau. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan program sekolah hijau membutuhkan dukungan pendanaan, kemitraan antar pihak, pembentukan tim penggerak, serta sistem pemantauan rutin agar inisiatif lingkungan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Green schools or just a slogan? The reality on the banks of the Barito Estuary
Abstract: This study aims to identify the key challenges in implementing green school management at an elementary school located near the Barito River estuary and to propose strategies for improvement. A qualitative case study approach was employed using interviews, observations, and documentation with teachers as participants. Data were analyzed using the Miles and Huberman model. The findings reveal that green school practices are hindered by limited budgets, inadequate resources, low public participation, and the absence of continuous evaluation and follow-up. Another important finding is the lack of a dedicated organizational structure to oversee green school initiatives. The study concludes that effective green school implementation requires adequate funding, cross-sector partnerships, the establishment of a clear task force, and consistent monitoring to ensure sustainable environmental programs.
Keywords
Refbacks
- There are currently no refbacks.



