Pemodelan Spatial Autoregressive Confused pada Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Nusa Tenggara Tahun 2023
Abstract
Analisis regresi terhadap prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan (prevalence of undernourishment, PoU) di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Provinsi Nusa Tenggara Timur menunjukkan adanya otokorelasi spasial, baik pada peubah respon maupun pada komponen galat. Kondisi tersebut menyebabkan pelanggaran terhadap asumsi regresi linier. Penelitian ini bertujuan untuk menangani kedua bentuk otokorelasi spasial tersebut melalui pemodelan spatial autoregressive confused (SAC). Data PoU menurut kabupaten/kota bersumber dari Badan Pangan Nasional, sementara peubah bebas berasal dari publikasi Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model SAC memberikan dugaan parameter yang lebih akurat dibandingkan dengan model regresi linier. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap PoU di suatu kabupaten/kota meliputi produksi beras per kapita, realisasi bantuan sosial pangan per kapita, PoU di daerah tetangga, dan suku-suku galat di daerah tetangga.
A regression analysis of the prevalence of undernourishment (PoU) in the provinces of Nusa Tenggara Barat and Nusa Tenggara Timur indicates the presence of spatial autocorrelation, both in the response variable and the error component. This condition violates the assumptions of linear regression. This study aims to address both forms of spatial autocorrelation by employing the spatial autoregressive confused (SAC) model. The 2023 PoU data by regency/city in Nusa Tenggara were sourced from the National Food Agency, while the explanatory variables were obtained from BPS-Statistics publications. The results of this study show that the SAC model provides more accurate parameter estimates compared to the linear regression model. The factors that significantly influence the PoU in a given regency/city include per capita rice production, per capita realization of food social assistance, the PoU levels in neighboring regions, and error terms in surrounding areas.
Kata kunci: pembobot spasial berbasis jarak; prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan; regresi spasial
Keywords: Distance-based weight; prevalence of undernourishment; spatial regression
References
BPS, Indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Indonesia 2024. Jakarta: Badan Pusat Statistik, 2024.
Badan Pangan Nasional, Buku Saku Prevalence of Undernourishment (PoU). 2024.
R. Nisa and M. Triani, “Faktor-faktor yang mempengaruhi prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan di indonesia,” Media Riset Ekonomi Pembangunan, vol. 1, no. 2, pp. 83–91, 2024, https://medrep.ppj.unp.ac.id/index.php/MedREP/article/view/12. https://id.scribd.com/document/857654829/12-Nisa-R-Triani-M-2024-83-91-Faktor-Faktor-Yang-Mempengaruhi-Prevalensi-Ketidakcukupan-Konsumsi-Pangan-Di-Indonesia-5
E. Mardison, “Analisa faktor-faktor yang mempengaruhi prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan di Sumatera Barat menggunakan GeoDa,” Jurnal Riset Gizi, vol. 8, no. 1, pp. 60–66, 2020, https://doi.org/10.31983/jrg.v8i1.5662.
M. G. Yahya, I. P. Utami, and S. Ariansyah, “Pemodelan spasial prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan menggunakan pendekatan ketahanan pangan di Indonesia tahun 2022,” Seminar Nasional Official Statistics, pp. 869–878, 2023, https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2023i1.1910.
Baharuddin, I. Yahya, and M. Ihwal, “Otokorelasi spasial pada prevalensi balita stunting, wasting, underweight, dan overweight di Pulau Sulawesi tahun 2022,” Journal of Mathematics, Computation and Statistics, vol. 7, no. 2, pp. 472–482, 2024, https://doi.org/10.35580/jmathcos.v7i2.2408.
A. Solana, “Analisis spasial faktor-faktor yang mempengaruhi prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan di Indonesia tahun 2020,” Seminar Nasional Official Statistics, pp. 1229–1238, 2022, https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2022i1.1468.
C. K. L. Putri, N. Zhafarina, N. Y. Putri, and F. Kartiasih, “Pengaruh pandemi covid-19 dan variabel sosial ekonomi terhadap prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan di Indonesia tahun 2021,” Seminar Nasional Official Statistics, pp. 73–82, 2023, https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2023i1.1836.
R. Susanti and M. Irfan, “Analisis determinan prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan di Indonesia,” Media Riset Ekonomi Pembangunan, vol. 1, no. 4, pp. 791–798, 2024, https://medrep.ppj.unp.ac.id/index.php/MedREP/article/view/130 https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=wq2aAdYAAAAJ&citation_for_view=wq2aAdYAAAAJ:qjMakFHDy7sC
BPS NTB, Luas Panen dan Produksi Padi di Nusa Tenggara Barat 2023. Mataram: Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat, 2024.
BPS NTT, Luas Panen dan Produksi Padi di Nusa Tenggara Timur 2023. Kupang: Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2024.
BPS NTB, Provinsi Nusa Tenggara Barat Dalam Angka 2024. Mataram: Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat, 2024.
BPS NTT, Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2024. Kupang: Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2024.
N. M. Huda and N. Imro’ah, “Determination of the best weight matrix for the generalized space time autoregressive (GSTAR) model in the covid-19 case on Java Island, Indonesia,” Spatial Statistics, vol. 54, no. 100734, 2023, https://doi.org/10.1016/j.spasta.2023.100734.
Baharuddin, Agusrawati, and L. Laome, “Pemodelan regresi spasial pada tingkat kemiskinan di Pulau Sulawesi,” ESTIMASI: Journal of Statistics and Its Application, vol. 6, no. 1, pp. 89–100, 2025. https://doi.org/10.20956/ejsa.v6i1.40494 https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/4927437
R. Fitriani and A. Efendi, Ekonometrika Spasial Terapan dengan R. Malang: UB Press, 2019.
FAO, The State of Food Security and Nutrition in the World 2021. Rome: Food and Agriculture Organization of the United Nations, 2021. https://www.fao.org/interactive/state-of-food-security-nutrition/2021/en/
BKP, Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan 2020. Jakarta: Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, 2020. https://badanpangan.go.id/storage/app/media/2021/fsva-2020-202101261020fix.pdf
M. Malika, Saskia, Silmi, Rosmayanti, and Berlianti, “Peran bantuan langsung tunai (blt) dalam meningkatkan sistem jaminan sosial,” Sosial: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS, vol. 2, no. 4, pp. 125–130, 2024, https://doi.org/10.62383/sosial.v2i4.482
E. R. Amrullah, A. Pullaila, I. Hidayah, and A. Rusyiana, “Dampak bantuan langsung tunai terhadap ketahanan pangan rumah tangga di Indonesia,” Jurnal Agro Ekonomi, vol. 38, no. 2, pp. 91–104, 2020, https://epublikasi.pertanian.go.id/berkala/jae/article/view/3643.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

.jpg)






