Disparitas Kebijakan dan Realita Manajemen Inklusi di Sekolah Dasar Reguler
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis disparitas antara kebijakan pemerintah dan realita manajemen pendidikan inklusif di sekolah dasar reguler Kabupaten Kebumen. Dengan pendekatan deskriptif metode campuran (mixed-methods), data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur kepada 22 instansi sekolah serta wawancara mendalam berbasis triangulasi sumber (kepala madrasah, guru kelas, dan orang tua) di MIN 3 Kebumen. Hasil kuantitatif menunjukkan kesenjangan operasional yang substansial, yaitu 50% sekolah tidak memiliki Guru Pendamping Khusus (GPK) dan 40,9% belum mengadaptasi kurikulum serta sistem penilaian. Hasil kualitatif menunjukkan bahwa aspek kebijakan internal, kesiapan SDM, adaptasi kurikulum, dan aksesibilitas sarana prasarana masih kurang sesuai dengan regulasi nasional karena sekolah belum memiliki SK dan SOP inklusi tertulis, GPK, Program Pembelajaran Individual (PPI), maupun fasilitas yang aksesibel. Sebaliknya, kemitraan antara guru dan orang tua tergolong sesuai berkat komunikasi personal yang intensif sebagai modal sosial. Kesimpulannya, implementasi inklusi di daerah sudah mulai berjalan, tetapi belum optimal sehingga membutuhkan pembenahan sistemik agar selaras dengan regulasi nasional.
Keywords
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.




