Analisis Penerapan Deep Learning Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Untuk Penguatan Dimensi Profil Lulusan Penalaran Kritis Siswa SMK Ma’arif 2 Gombong
Abstract
Deep learning merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan proses belajar bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan untuk mengembangkan kemampuan penalaran kritis peserta didik. Namun, pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah menengah kejuruan masih didominasi pendekatan yang berpusat pada guru sehingga peluang peserta didik mengembangkan penalaran kritis belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan deep learning pada pembelajaran PAI dalam penguatan dimensi profil lulusan penalaran kritis di SMK Ma'arif 2 Gombong serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan informan dua guru PAI dan empat siswa kelas XI yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deep learning diterapkan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pembelajaran menekankan diskusi, pemecahan masalah, pembelajaran kontekstual, dan refleksi yang mendukung penalaran kritis siswa. Faktor pendukung meliputi kompetensi pedagogik guru, motivasi belajar siswa, fasilitas sekolah, dan teknologi digital, sedangkan keterbatasan waktu pembelajaran serta perbedaan karakteristik siswa menjadi faktor penghambat. Penerapan deep learning berkontribusi dalam memperkuat penalaran kritis siswa pada pembelajaran PAI.
Keywords
Diskusi; refleksi; berpusat pada siswa; faktor pendukung dan penghambat
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.




