Korelasi Teori Belajar Operant Conditioning dengan Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Kelas XI SMAN 3 Polewali Mandar

Muhammad Yusuf Yunus, Lilis Suryani, Adi Irwandi

Abstract

Media sosial telah menjadi platform utama komunikasi publik, tetapi penggunaan bahasa Indonesia di dalamnya masih sering menyimpang dari kaidah bahasa baku. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan kesalahan fonologis dan sintaktis pada dua unggahan Instagram akun @ahmaddhaniofficial yang dipublikasikan pada 30 April dan 11 Mei 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan teknik catat, kemudian dianalisis melalui reduksi data, klasifikasi, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesalahan fonologis pada penulisan singkatan, huruf kapital, prefiks, klitika, kata ulang, dan tanda baca. Kesalahan sintaktis meliputi kalimat yang tidak gramatikal, ambigu, tidak efektif, tidak logis, dan tidak sejajar. Kesalahan yang paling dominan adalah penggunaan singkatan tidak baku, huruf kapital berlebihan, kalimat ambigu, dan kalimat tidak efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa efisiensi komunikasi di media sosial lebih diprioritaskan daripada kepatuhan terhadap kaidah bahasa Indonesia baku.

Keywords

Teori Belajar Operant Conditioning; Keterampilan Membaca Pemahaman; Korelasi Product Moment.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.