Resistensi Budaya dan Identitas Pribumi dalam Pendidikan Kolonial STOVIA Analisis Poskolonial Novel Romansa STOVIA

Elysia Sylvy Vieny Roy, Mustofa Mustofa, Khoirul Huda

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kajian sastra dalam mengungkap dinamika resistensi budaya dalam konteks pendidikan kolonial yang sarat ketimpangan. Novel Romansa STOVIA karya Sania Rasyid menggambarkan kehidupan siswa pribumi yang berada dalam tekanan aturan kolonial, sehingga memunculkan berbagai bentuk perlawanan sebagai upaya mempertahankan identitas dan martabat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk resistensi budaya dan identitas pribumi dalam konteks pendidikan kolonial STOVIA. Penelitian ini menggunakan pendekatan poskolonial dengan metode deskriptif kualitatif. Data berupa kutipan-kutipan dalam novel yang mengandung bentuk resistensi budaya, yang dikumpulkan melalui studi pustaka dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi, yaitu menafsirkan makna teks berdasarkan konteks sosial dan budaya yang melatarbelakanginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi budaya muncul dalam bentuk terbuka dan terselubung. Resistensi terbuka tampak melalui kritik terhadap aturan yang tidak adil, seperti larangan memakai sepatu dan pembatasan perayaan keagamaan, sedangkan resistensi terselubung terlihat melalui pelanggaran aturan secara diam-diam serta solidaritas antarsiswa pribumi. Dengan demikian, resistensi budaya dalam novel ini mencerminkan upaya mempertahankan identitas, martabat, dan hak dalam sistem pendidikan kolonial.

Keywords

resistensi budaya, identitas pribumi, poskolonial, pendidikan kolonial, Romansa STOVIA.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.