Tingkat Penggunaan Fitur Pelatihan Mandiri Pada Platform Ruang Gtk Oleh Guru Kelas Sekolah Dasar Negeri Di Kecamatan Laweyan: Sebuah Studi Deskriptif

Bramandita Restu Fauzan, Sri Marmoah, Matsuri Matsuri

Abstract

Kompetensi pedagogik guru perlu dikembangkan secara berkelanjutan, salah satunya melalui fitur Pelatihan Mandiri pada Platform Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (Ruang GTK). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat penggunaan fitur Pelatihan Mandiri Ruang GTK oleh guru kelas Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Laweyan, baik secara umum maupun per aspek penggunaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 68 guru kelas dari lima SD Negeri (SDN Begalon 1, SDN Bratan 1, SDN Mangkubumen Kidul, SDN Mangkubumen Lor, dan SDN Mangkuyudan) yang dipilih melalui teknik purposive cluster sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert 1–4 yang terdiri atas 20 item, mencakup lima aspek yaitu intensitas mengikuti pelatihan, keterlibatan dalam proses  pelatihan, serta refleksi dan tindak lanjut pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata penggunaan fitur Pelatihan Mandiri sebesar 59,44 (median 59,50; modus 58; SD 9,563) dari skor ideal 80, atau setara 74,30% yang berkategori Tinggi. Sebanyak 35 guru (51,5%) berada pada kategori Tinggi, 23 guru (33,8%) pada kategori Sangat Tinggi, dan 10 guru (14,7%) pada kategori Sedang, tanpa ada guru pada kategori Rendah maupun Sangat Rendah. Aspek dengan capaian tertinggi adalah keterlibatan dalam proses pelatihan, sedangkan aspek implementasi hasil pelatihan serta refleksi dan tindak lanjut pembelajaran menjadi aspek dengan capaian relatif terendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar guru telah memanfaatkan fitur Pelatihan Mandiri secara rutin, namun pemanfaatannya pada tahap implementasi dan refleksi praktik pembelajaran masih perlu ditingkatkan.

Keywords

Pelatihan Mandiri, Ruang GTK, Pengembangan Profesional Guru, Studi Deskriptif

References

Afifah, N., & Alirmansyah. (2025). Pemanfaatan fitur Pelatihan Mandiri Ruang GTK dalam pengembangan profesional guru. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran.

Amin, A., et al. (2025). Tingkat pemanfaatan platform Ruang GTK oleh guru sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar.

Ansar, Makkasau, & Sahabuddin. (2022). Indikator pelatihan mandiri daring bagi guru. Jurnal Ilmu Pendidikan.

Ansar. (2025). Pengaruh pemanfaatan Ruang GTK dan motivasi guru terhadap kompetensi pedagogik. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Arikunto, S. (2019). Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Bumi Aksara.

Atmojo, I., Matsuri, M., Chumdari, C., Adi, F., Ardiansyah, R., & Saputri, D. (2023). Pelatihan integrasi model pembelajaran dalam learning management system (LMS) berbasis project untuk meningkatkan kompetensi pedagogi guru sekolah dasar. Jurnal Pengabdian UNDIKMA, 4(2), 412–420. https://doi.org/10.33394/jpu.v4i2.7694

Atmojo, I. R. W., & Saputri, D. Y. (2021). Analisis dampak pembelajaran dalam jaringan (daring) pada kompetensi pedagogik dan profesional guru sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Ilmiah, 7(1), 13–18.

BBPMP Jawa Tengah. (2024). Rekapitulasi hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) Jawa Tengah.

Budiyono. (2017). Pengantar metodologi penelitian pendidikan.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Pustaka Pelajar.

Djabir, et al. (2025). Implementasi fitur Pelatihan Mandiri Ruang GTK pada kompetensi guru sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Teknologi.

Fauzi J., Indrayani, M., Pertiwi, R. P., & Iskandar, S. (2025). Inovasi kurikulum dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital pada sekolah dasar. Didaktika Dwija Indria, 13(3), 298–303.

Haerana, et al. (2021). Pengaruh penggunaan fitur Pelatihan Mandiri terhadap kompetensi pedagogik guru SD di Makassar. Jurnal Pendidikan Dasar.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Perdirjen GTK Nomor 2626/B/HK.04.01/2023 tentang model kompetensi guru.

Khoriidah, N., Arzeki, S., & Munawir, M. (2025). Analisis profesionalisme guru dalam implementasi media pembelajaran untuk meningkatkan karakter siswa sekolah dasar. Didaktika Dwija Indria, 13(2), 168–178. https://doi.org/10.20961/ddi.v13i2.101101

Knowles, M. S. (1984). Andragogy in action: Applying modern principles of adult learning. Jossey-Bass.

Oktavian. (2025). Systematic literature review: Pemanfaatan platform digital dalam pengembangan kompetensi pedagogik guru. Jurnal Kajian Pendidikan.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2017 tentang Standar Nasional Pendidikan. (2017).

Sodiq, M., Mahfud, H., & Adi, F. P. (2021). Persepsi guru dan peserta didik terhadap penggunaan aplikasi berbasis web “Quizizz” sebagai media pembelajaran di sekolah dasar. Didaktika Dwija Indria, 9(5), 1–6. https://doi.org/10.20961/ddi.v9i6.49324

Sugiyono. (2013). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. (2005).

Yulisetiani, S., Hatta, P., & Aristyagama, Y. H. (2025). Peningkatan kompetensi digital guru SD melalui pelatihan pengembangan pusat sumber belajar digital berbasis cloud computing. DEDIKASI: Community Service Reports, 7(2), 65–74.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.