Penerapan Project-Based Learning Berbasis Konten Digital untuk Penguatan Identitas Nasional Mahasiswa Gen Z

Dian Nastiti

Abstract

National identity among Generation Z students is increasingly challenged by the intensity of global digital culture, while conventional lecture-based methods in Pancasila and citizenship courses often fail to translate abstract national values into lived, everyday practice. This study examines the implementation of Project-Based Learning (PjBL) integrated with digital content creation to strengthen the national identity of Generation Z students. The research subjects were students majoring in Dance and Karawitan at Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, who were assigned a project to produce short videos illustrating the implementation of Pancasila values in the field of performing arts. This study employed a descriptive qualitative approach, combining classroom observation, in-depth interviews, and documentation analysis of the resulting student videos. The results indicate that content-based PjBL encourages students to actively research, discuss, and creatively translate abstract Pancasila values into concrete artistic works, while simultaneously strengthening digital literacy, collaboration skills, and a sense of ownership over the learning process. The video-making project also functioned as a medium of self-expression through which students reinterpreted local performing-arts traditions as vehicles for national values, thereby strengthening both cultural and national identity among Generation Z art students.

Keywords

project-based learning; digital content;, national identity; Generation Z, Pancasila values

References

Ardian, A., & Munadi, S. (2015). Pengaruh strategi pembelajaran student-centered learning dan kemampuan spasial terhadap kreativitas mahasiswa. Jurnal Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan, 22(4), 454–466.

Astuti, Y. D. (2023). Profil pelajar pancasila sebagai upaya mewujudkan identitas nasional era revolusi industri 4.0. Jurnal Pendidikan West Science, 1(02), 133–141.

Budiman, A., Nugraheni, T., Sabaria, R., Julia, J., & Purnomo, P. (2022). Raising independent-learning awareness: An action research in dance practice course in Indonesia. Pegem Journal of Education and Instruction, 12(2), 133–142.

Dewi, M. R. (2022). Kelebihan dan kekurangan project-based learning untuk penguatan profil pelajar pancasila kurikulum merdeka. Inovasi Kurikulum, 19(2), 213–226.

Faustina, G. S., Supeni, S., & Sutoyo, S. (2023). Membangun Nilai Karakter Cinta Tanah Air Melalui Kegiatan Seni Tari (Studi Kasus Sanggar Ngandhong Cinawi Desa Klodran Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar). Jurnal Global Citizen: Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 12(2), 129–138.

Fujiawati, F. S., Permana, R., & Roekmana, G. M. (2020). Pembelajaran seni budaya dengan model project based learning (PjBL) melalui lesson study. JPKS (Jurnal Pendidikan Dan Kajian Seni), 5(1).

Herlambang, I., & Suryawan, A. I. (2022). Meningkatkan Kreativitas Siswa Pada Pembelajaran Tari Dengan Model Project Based Learning. Ringkang: Kajian Seni Tari Dan Pendidikan Seni Tari, 2(3), 394–407.

Khairani, F., Abung, M., & Sowiyah, S. (2025). Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Media Audio Visual Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas V Pada Pembelajaran IPAS. Didaktika Dwija Indria, 13(3), 292–297.

Kurniawaty, J. B., & Widayatmo, S. (2024). Nasionalisme di era digital: Tantangan dan peluang bagi generasi z indonesia. JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan Dan Wawasan Kebangsaan, 3(2), 42–50.

Lestari, D. J., Permanasari, A. T., & Fujiawati, F. S. (2017). Penerapan model Project Based Learning untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam mata kuliah komposisi tari. JPKS (Jurnal Pendidikan Dan Kajian Seni), 2(2).

Lui, Z., Fikri, M., Pratama, R., Amorita, V., Rosyali, A., Ramadhana, M. M., Amrullah, A. T., & Sumual, A. K. (2025). PENGARUH MEDIA DIGITAL TERHADAP IDENTITAS NASIONAL GENERASI Z DI INDONESIA. SIGARUDA JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi Dan Pendidikan, 1(2), 214–222.

Manalu, D. K., Bukit, D. G. B., & Hutabarat, M. (2024). Identitas nasional dan nasionalisme di era digital: Dalam kajian kewarganegaraan. JAGADDHITA: Jurnal Kebhinnekaan Dan Wawasan Kebangsaan, 4(1), 18–29.

Merina, M., & Djono, D. (2025). Kesadaran Nasional Generasi Z: Menjaga Nasionalisme di Era Digital: Generation Z National Awareness: Maintaining Nationalism in the Digital Era. Anterior Jurnal, 24(2), 115–119.

Moleong, L. J., & Surjaman, T. (2014). Metodologi penelitian kualitatif.

Nastiti, D. (n.d.). Implementasi penggunaan e-book pendidikan kewarganegaraan terhadap kemandirian belajar mahasiswa: pendekatan student-centered learning. Didaktika Dwija Indria, 13(6), 976–983.

Oktavia, L. (2025). Peran Inovasi Pendidikan pada Pembelajaran Berbasis Teknologi di Era Digital. Wahana Karya Ilmiah Pendidikan, 9(01), 55–69.

Sinaga, F. (2025). Persepsi Generasi Z terhadap Tantangan Pembentukan Identitas Nasional di Era Digital: Studi Kualitatif Deskriptif. Wacana Psikokultural, 3(1), 39–44.

Wena, M. (2009). Strategi pembelajaran inovatif kontemporer. Jakarta: Bumi Aksara, 2.

Widiarni, M. M. A., Matsuri, M., & Saputri, D. Y. (2024). Pengaruh model pembelajaran search, solve, create, and share (sscs) terhadap kemampuan kolaborasi mata pelajaran ipas kelas IV sekolah dasar. Didaktika Dwija Indria, 13(3).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.