Edukasi menumbuhkan kesadaran ilmiah sejak dini: mengapa ilmu itu penting melalui penyuluhan di sd it x bandar lampung

Anang Fariz Akbar, Muhamad Fajar Dismawan, Amin Hasanuddin, Hardiansyah Hardiansyah, Mirwan Saputra, Dimas Yulian Putra, Riswandi Riswandi, Muhammad Nurwahidin

Abstract

Scientific awareness is an essential foundation that should be developed from an early age to support students’ ability to think logically, critically, and rationally. This study aims to describe the implementation and outcomes of an educational counseling activity designed to foster scientific awareness among elementary school students. The research employed a qualitative descriptive approach using an educational counseling method conducted at SD IT X Bandar Lampung. The participants consisted of 23 sixth-grade students selected through purposive sampling. Data were collected through classroom observation, documentation, analysis of group work, and students’ written reflections. The results indicate that the counseling activities, which were structured systematically and delivered through interactive and contextual learning stages, positively influenced students’ understanding of the meaning and importance of knowledge, encouraged the development of scientific attitudes such as curiosity and confidence in expressing ideas, and increased active participation during learning activities. Furthermore, group work and reflection outcomes show that students were able to relate scientific concepts to everyday life situations in a simple and meaningful way. These findings suggest that educational counseling can serve as an effective alternative strategy to cultivate scientific awareness from an early stage in elementary education.

Keywords

scientific awareness, educational counseling, elementary school, contextual learning.

Full Text:

PDF

References

Arends, R. I. (2012). Learning to teach. McGraw-Hill.

Huda, M. (2020). Model-model pengajaran dan pembelajaran. Pustaka Pelajar.

Kebudayaan, K. P. d. (2016). Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Majid, A., Andayani, Dian. (2013). Pendidikan karakter islam. Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2016). Menjadi guru profesional: menciptakan pembelajaran kreatif dan menyenangkan. Remaja Rodakarya.

Mulyasa, E. (2021). Pengembangan dan implementasi kurikulum. Remaja Rosdakarya.

Nurhasanah, S., Suryani, Nani. (2019). Pengembangan pembelajaran yang menumbuhkan sikap ilmiah peserta didik. Jurnal Pendidikan Dasar, 10(1), 123-131.

Pratiwi, D. A. N., Agus. (2021). Pengembangan kemampuan komunikasi peserta didik melalui kegiatan presentasi dalam pembelajaran. Jurnal Pendidikan, 22(1), 45-53.

Rahmawati, L., Lestari, Sri (2023). Pembelajaran berbasis visual untuk meningkatkan sikap ilmiah siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 14(1), 67-75.

Sari, N., Pramudya, Iwan. (2021). Diskusi kelompok sebagai sarana penembangan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Didaktika Dwija Indria, 9(1), 33-41.

Sari, P., Putra, Rizki. (2020). Pengaruh ice breaking terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Anak, 6(2), 89-97.

Setiawan, D., Widodo, Ari. (2020). Pemelajaran bermakna untuk menumbuhkan sikap ilmiah siswa sekolah dasar. Didaktika Dwija Indria, 8(2), 45-52.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan (pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Alfabeta.

Suryadi. (2021). Pembelajaran bermakna dalam pengembangan sikap ilmiah peserta didik. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 28(3), 211-220.

Susanto. (2022). Teori belajar di sekolah dasar. Prenadamedia group.

Trianto. (2014). Mendesain model pembelajaran inovatif, progresif, dan konstektual. Kencana.

Utami, R., Hartono. (2022). Refleksi pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar. Didaktika Dwija Indria, 10(1), 55-63.

Widodo, A., Wahyudin. (2022). Penguatan kesadaran ilmiah siswa melalui pembelajaran konstektual. Jurnal Pendidikan Sains, 10(1), 33-41.

Widodo, A., Widayanti, Lilis. (2019). Pembelajaran konstektual dan pengembangan berpikir ilmiah siswa. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 8(2), 165-173.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.