Implementasi pelatihan berpikir kritis dalam pembelajaran di sekolah dasar

Muhammad Rizal Habib, Nyiurista Selfi Rofita, Rafiq Nur Fadillah, Lutfi Nada Sagita, Aliffia Hanif Ariyani, Mifta Huljannah, Riswandi Riswandi, Muhammad Nurwahidin

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pelatihan berpikir kritis dalam pembelajaran pecahan setengah dan seperempat untuk siswa kelas dua sekolah dasar. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini dilakukan dengan 20 siswa melalui observasi, dokumentasi, dan analisis aktivitas pembelajaran kelompok dan individu. Proses pembelajaran mengintegrasikan media visual konkret dan diskusi kelompok kolaboratif untuk merangsang indikator berpikir kritis seperti interpretasi, analisis, penalaran, dan penjelasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa aktif berpartisipasi dalam mengidentifikasi representasi pecahan dan mendiskusikan solusi dengan teman sebaya. Aktivitas kelompok mendukung pengembangan keterampilan penalaran; Namun, beberapa siswa masih belum mampu memberikan justifikasi independen untuk jawaban mereka. Hasil tes individu menunjukkan tingkat penguasaan yang beragam, dengan kurang dari setengah siswa memenuhi standar kompetensi minimum, menunjukkan bahwa pelatihan yang konsisten diperlukan untuk pengembangan berpikir kritis yang optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun strategi pembelajaran yang diterapkan mendorong keterlibatan siswa dan menumbuhkan kemampuan berpikir kritis awal, intervensi pembelajaran yang berkelanjutan dan terstruktur diperlukan untuk memperkuat keterampilan analitis mandiri siswa.

Kata kunci: berpikir kritis, matematika dasar, pecahan, pembelajaran kolaboratif.     

 

Keywords

critical thinking, elementary mathematics, fractions, collaborative learning.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.