PRAKTIK DOMINASI DAN KEKERASAN SIMBOLIK TERHADAP PEREMPUAN DALAM NOVEL PEREMPUAN YANG MENANGIS KEPADA BULAN HITAM KARYA DIAN PURNOMO

Nuriyah Hanik Fatikhah

Abstract

Kekerasan simbolik terhadap perempuan masih menjadi persoalan sosial yang dilegitimasi melalui budaya patriarki dan praktik adat dalam masyarakat. Salah satu representasinya tergambar dalam novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo yang mengangkat tradisi Kawin Tangkap di Sumba. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bentuk kekerasan simbolik terhadap perempuan, faktor penyebab terjadinya, serta bentuk perlawanan perempuan dalam novel tersebut berdasarkan perspektif sosiologi Pierre Bourdieu. Penelitian ini menggunakan metode analisis teks kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra Pierre Bourdieu. Sumber data primer berupa novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam terbitan tahun 2021, sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, dan penelitian terdahulu yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui close reading dengan tahap membaca intensif, menandai, mengklasifikasikan, dan mengodekan data berupa narasi, dialog, serta paragraf yang merepresentasikan kekerasan simbolik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, kategorisasi berdasarkan konsep habitus, doxa, modal, dan kekerasan simbolik Pierre Bourdieu, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kekerasan simbolik dalam novel meliputi subordinasi perempuan dalam budaya patriarki, objektifikasi perempuan, paksaan melalui legitimasi adat, dan ancaman dalam relasi keluarga maupun masyarakat. Faktor penyebab kekerasan simbolik dipengaruhi oleh modal ekonomi, modal budaya, dan modal simbolik yang dimiliki tokoh dominan dalam masyarakat adat. Penelitian ini juga menemukan adanya perlawanan perempuan terhadap dominasi patriarki melalui penolakan terhadap perkawinan paksa dan upaya memperoleh keadilan. Temuan penelitian menegaskan bahwa kekerasan simbolik terhadap perempuan berlangsung melalui internalisasi nilai budaya dan legitimasi sosial yang membuat dominasi patriarki terus dipertahankan dalam masyarakat.

Keywords

kekerasan simbolik, perempuan; Pierre Bourdieu; sosiologi sastra; tradisi Kawin Tangkap.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.