PEMANFAATAN MAJAS DAN CITRAAN DALAM LAGU MENJELMA CAHAYA KARYA PUSAKATA SEBAGAI BAHAN AJAR MENULIS PUISI

Rizqi Oktavianto, Main Sufanti

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguasaan majas dan citraan dalam karya sastra sebagai sarana menumbuhkan kreativitas, kepekaan estetis, dan kemampuan ekspresif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk majas dalam lagu Menjelma Cahaya karya Pusakata, mengidentifikasi jenis-jenis citraan yang digunakan untuk memperkuat makna dan emosi dalam lirik lagu, serta mendeskripsikan pemanfaatannya sebagai bahan ajar dalam pembelajaran menulis puisi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa lirik lagu Menjelma Cahaya yang diperoleh melalui platform Spotify, serta diskusi dengan guru Bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan catat untuk menemukan unsur majas dan citraan, serta Focus Group Discussion (FGD) untuk memperdalam hasil interpretasi. Keabsahan data diperoleh melalui peer review, dengan melibatkan rekan sejawat dalam bidang bahasa dan sastra Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majas yang ditemukan dalam lirik lagu Menjelma Cahaya meliputi majas perbandingan (metafora, personifikasi, alegori, simbolik), majas pertentangan (paradoks, hiperbola), majas sindiran (ironi, sinisme), dan majas penegasan (pleonasme, tautologi, antiklimaks). Citraan yang ditemukan mencakup citraan penglihatan, pendengaran, rabaan, pencecapan, pikiran, dan gerak, serta lirik lagu dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar menulis puisi yang kreatif dan reflektif.

Keywords

bahan ajar; citraan; majas; puisi.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.