KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA DALAM SINIAR TEMPO.CO BOCOR ALUS POLITIK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERMBELAJARAN BAHASA INDONESIATIK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan memaknai ketidaksantunan berbahasa dalam siniar Tempo.co Bocor Alus Politik dan implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini berfokus pada ketidaksantunan berbahasa dalam siniar Tempo.co Bocor Alus Politik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak dan catat. Dalam penelitian ini ditemukan sebanyak 50 tuturan. Hasil penelitian menunjukkan data ketidaksantunan berbahasa yang ditemukan yaitu ketidaksantunan secara langsung dengan 39,62%, ketidaksantunan positif dengan 11,32%, ketidaksantunan negatif dengan 20,75%, dan sarkasme atau kesantunan semu dengan 28,30%. Ketidaksantunan berbahasa dalam siniar Tempo.co Bocor Alus Politik dipengaruhi oleh ketidaksetujuan terhadap kebijakan yang dilakukan pemerintah. Penutur ingin menunjukkan kepada masyarakat mengenai kondisi pemerintahan saat ini yang tidak berpihak kepada rakyat. Dalam konteks tuturan siniar Tempo.co Bocor Alus Politik, perilaku ketidaksantunan berbahasa terjadi ketika penutur menggunakan kata mencemooh atau mengejek, menghina, meremehkan, mengucilkan, sehingga membuat tidak nyaman pembicaraan.
Keywords
Ketidaksantunan berbahasa, Siniar, Strategi ketidaksantunan Culpeper
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.


