Sinkronisasi Estrus Sapi Peranakan Ongole di Kelompok Tani Sri Mulyo

Sigit Prastowo, Sunarto Sunarto, Lutojo Lutojo, Nuzul Widyas, Adi Ratriyanto

Abstract

Kelompok Tani Sri Mulyo merupakan kelompok peternak sapi Peranakan Ongole (PO) yang menghadapi kendala peningkatan angka kebuntingan. Permasalahan yang dihadapi adalah kejadian estrus / birahi tenang sehingga penentuan waktu Inseminasi Buatan (IB) tidak tepat dan kemudian berakibat pada kegagalan kebuntingan. Salah satu upaya  untuk mengatasi hal tersebut dengan mengaplikasikan metode sinkronisasi estrus (SE) agar tampilan estrus mudah diamati melalui program pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian ini dilakukan dalam 3 tahap, yaitu sosialisasi, pelaksanaan dan evaluasi. Informasi dan kesepakatan tentang program SE disosialisasikan pada tahap pertama, dilanjutkan dengan pelaksanaan di lapangan. Sebanyak 20 ekor sapi PO digunakan dalam program ini dan dari hasil pemeriksaan organ reproduksi diperoleh sebanyak 12 ekor sapi layak untuk disinkronisasi estrus. Hormon yang digunakan dalam program SE ini adalah PGF2α dengan metode dua kali injeksi. Hasil SE didapatkan 10 ekor sapi teramati estrus, sedangkan 2 ekor terlewatkan pengamatannya. Inseminasi dengan semen beku kemudian dilakukan dan dievaluasi keberhasilannya setelah 21 dan 60 hari. Sebanyak 6 ekor tidak menunjukkan tanda-tanda estrus pada hari ke 21 setelah IB, dan 4 ekor dinyatakan bunting setelah evaluasi dengan palpasi rektal pada hari ke 60. Selanjutnya, kelahiran pedet didapatkan sebanyak 4 ekor. Berdasar hasil program SE dapat disimpulkan bahwa penggunaan program SE dapat meningkatkan jumlah sapi betina bunting di Kelompok Tani Sri Mulyo.

Keywords

PGF2α; Sapi PO; Sinkronisasi Estrus

Full Text:

PDF

References

Allrich, R.D., 1993. Estrous behavior and detection in cattle. Veterinary Clinics of North America: Food Animal Practice, 9, 249–262. https://doi.org/10.1016/S0749-0720(15)30644-7

Astuti, M., 2004. Potensi dan Keragaman Sumberdaya Genetik Sapi Peranakan Ongole (PO). Wartazoa, 14, 30–39.

Bindari, Y.R., Shrestha, S., Shrestha, N., Gaire, T.N., 2013. Effects of nutrition on reproduction- A review. Advances in Applied Science Research, 4, 421–429.

Chao, L., Takayama, K., Nakanishi, Y., Hamana, K., Takagi, M., Kubota, C., Kojima, T., 2008. Luteal lifespan and fertility after estrus synchronization in goats. Journal of Veterinary Science, 9, 95–101.

Dogan, I., Nur, Z., Gunay, U., Sagirkaya, H., Soylu, K., Sonmez, C., 2005. Estrus synchronization during the natural breeding season in Anatolian black does. Veterinary Medicine Czech, 50, 33–38.

Ferraz, P.A., Loiola, M.V.G., Rodrigues, A.S., Lima, M.C.C., de Bittencourt, T.C.B. dos S.C., Ribeiro Filho, A. de L., 2017. The effect of the intensity of estrus expression on the follicular diameter and fertility of nellore cows managed under a FTAI program. Ciência Animal Brasileira, 18, 1–9. https://doi.org/10.1590/1089-6891v18e-37643

Gordon, I., 2005. Reproductive Technologies in Farm Animals. CABI Publishing. UK.

Hafez, E.S.E., 2000. Reproduction in Farm Animals. 6th Ed. Lea and Febiger, Philadelphia.

Hartati, Sumadi, Hartatik, T., 2010. Identifikasi karakteristik genetik sapi peranakan ongole di peternakan rakyat. Buletin Peternakan, 33, 64–73.

Inounu, I., 2017. Supported Science and Reproductive Technology to Achieve Cows Pregnancy Program Succesfully. Wartazoa, 27, 23–34. https://doi.org/10.14334/wartazoa.v27i1.1368

Karikari, P., Blasu, E., Osafo, E., 2009. Reproductive Response of West African Dwarf Does to Prostaglandin Administration. World Applied Science Journal, 6, 542–545.

Kaya, A., Günes, E., Memili, E., 2018. Application of reproductive biotechnologies for sustainable production of livestock in Turkey. Turkish Journal of Veterinay and Animal Science. 42, 143–151. https://doi.org/10.3906/vet-1706-66

Kusuma, S.B., Ngadiyono, N., Sumadi, S., 2017. Estimasi Dinamika Populasi Dan Penampilan Reproduksi Sapi Peranakan Ongole Di Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Buletin Peternakan, 41, 230. https://doi.org/10.21059/buletinpeternak.v41i3.13618

Lamb, G.C., Smith, M.F., Perry, G.A., Atkins, J.A., Risley, M.E., Busch, D.C., Patterson, D.J., 2010. Reproductive endocrinology and hormonal control of the estrous cycle. The Bovine Practicioner, 44, 18–26.

Prastowo, S., Ratriyanto, A., Sudiyono, Sunarto, 2010. Kinerja Reproduksi Kambing Peranakan Ettawa (PE) yang Diberi Pakan Suplemen Urea Molases Mineral Anti Parasit Blok (UMMAT Blok) dalam Program Inseminasi Buatan Berbasis Sinkronisasi Estrus. Laporan Penelitian DIPA BLU FP UNS Tahun Anggaran 2010. Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret.Surakarta.

Prastowo, S., Widyas, N., Sunarto, 2011. Efektivitas Dosis dan Lokasi Injeksi Hormon PGF2α Terhadap Tampilan Estrus dan Keberhasilan Inseminasi Buatan pada Kambing Peranakan Ettawa dalam Program Sinkronisasi Estrus. Laporan Penelitian Dana DIPA BLU FP UNS Tahun Anggaran 2011. Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Rao, T.K.S., Kumar, N., Kumar, P., Chaurasia, S., Patel, N.B., 2013. Heat detection techniques in cattle and buffalo. Veterinary World, 6, 363–369. https://doi.org/10.5455/vetworld.2013.363-369

Roche, J.F., 2006. The effect of nutritional management of the dairy cow on reproductive efficiency. Animal Reproduction Science, 96, 282–296. https://doi.org/10.1016/j.anireprosci.2006.08.007

Rusdiana, S., Praharani, L., 2019. Pengembangan Peternakan Rakyat Sapi Potong: Kebijakan Swasembada Daging Sapi Dan Kelayakan Usaha Ternak. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 36, 97–116. https://doi.org/10.21082/fae.v36n2.2018.97-116

Senger, P., 2005. Pathway to Pregnancy and Parturition, 2nd Ed. Pullman, Washington.

Setiawan, D., 2018. Artificial Insemination of Beef Cattle UPSUS SIWAB Program Based on the Calculation of Non-Return Rate, Service Per Conception and Calving Rate In The North Kayong Regency. The International Journal of Tropical Veterinary and Biomedical Research, 3, 7–10. https://doi.org/10.21157/ijtvbr.v3i1.11339

Tapohianong, T., Agung, B., Erif, M., 2014. Tinjauan hasil inseminasi buatan berdasarkan anestrus pasca inseminasi pada peternakan rakyat sapi Bali di Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur. Sains Veteriner. 32, 46–54.

Tilman, D., Balzer, C., Hill, J., Befort, B.L., 2011. Global food demand and the sustainable intensification of agriculture. PNAS, 108, 20260–20264. https://doi.org/10.1073/pnas.1116437108

Toelihere, M.R., 1993. Fisiologi Reproduksi pada Ternak. Angkasa, Bandung.

Wildeus, S., 2000. Current concepts in synchronization of estrus: Sheep and goats. Journal of Animal Science, 77, 1–14.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.