KAJIAN ANALISIS WACANA KRITIS PADA CERITA BERGAMBAR ANAK DWI BAHASA KURA-KURA SI PENJAGA SAMUDRA (TURTLE THE GUARD OF THE OCEAN)

Agung Prasetyo Wibowo

Abstract

Tulisan ini menyajikan kajian wacana kritis terhadap cerita bergambar bilingual
Kura-Kura Si Penjaga Samudra. Investigasi kritis itu difokuskan pada kekuatan
bahasa pada tataran mikro dan makro terhadap tokoh kura-kura. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa penulis mencampur adukan habitat, kemampuan maupun
bentuk dan istilah dalam cerita agar mempermudah anak-anak dalam mengenal
hewan yang termasuk dalam ordo Chelonians ini. Karena memang untuk
membedakan ketiga jenis hewan tersebut dirasa cukup sulit untuk anak kecil.

Kata Kunci: analisis wacana, makro, mikro, olah bahasa, kura-kura

 

Full Text:

PDF

References

Bambang Joko Susilo. (2010). Kura-Kura Si Penjaga Samudra. Jakarta: Bestari Kids

Bezemer, J. (2012). What is multimodality. (Retrieved from

http://mode.ioe.ac.uk/2012/02/16/what-is-multimodality/)

Chandler, D. (2007). Semiotics The Basic. London and New York: Roudledge.

Duncan, R. & Smith, M. (2009). The Power of Comics: History, Form, and Culture. New York: Continuum.

Eko. (2007). It‟s a polit ical jungle out there: how four African newspaper cartoons dehumanized and deteritorialized african political leaders in the post-cold war-era. Sage: 69 (3), pp. 221-222.

Fairclough, N, (1998).Critical Discource Analysis. Longman, London & New York.

Kress, G. & van Leeuwen, T. (2006). Reading Images: the grammar of visual design. New York: Routledge

Kwok Chin (2009). Kura-Kura Sebagai Sumber Ide dalam Penciptaan Karya Lukis. Pengantar Karya Tugas Akhir. Solo: UNS Press

Refbacks

  • There are currently no refbacks.