Analyzing Kindergarten Teachers’ Understanding and Practices in Integrating Warak Ngendog Culture into Classroom Learning in Semarang City
Abstract
Learning in early childhood plays an important role in shaping children’s character and identity. Rapid technological development requires local culture-based learning to be prioritized in order to strengthen children's identity contextually and sustainably. Warak Ngendog, as a local cultural identity of Semarang City, contains values of tolerance, diversity, and unity that are important to introduce from an early age. However, it is not yet clearly known how far kindergarten teachers understand this culture and how it is applied in learning. This study aims to analyze kindergarten teachers’ understanding in integrating Warak Ngendog culture into the learning process in Semarang City. This research used a descriptive quantitative approach with data collected through questionnaires distributed to 136 kindergarten teachers selected using simple random sampling. The instrument was tested for validity and reliability. Data were analyzed using percentage techniques and categorized into levels of understanding. The results showed that the overall level of teacher understanding was in the good category (79%), with the highest scores in tolerance (85%) and knowledge (81%). Teachers have also applied cultural approaches in learning, such as introducing regional songs, traditional clothing, and folklore. The introduction of Warak Ngendog culture contributes to character building and strengthening children's identity from an early age.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Anggreni, M. A., Fachrurrazi, A., Pgri, U., & Buana, A. (2025). Revitalisasi Kearifan Lokal Untuk Membangun Identitas Budaya Pada Anak Usia Dini. 1, 172–187.
Dalle, A., Amir, J., Mahande, R. D., & Burhamzah, M. (2024). Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Kearifan Lokal untuk Siswa Sekolah Dasar di Desa Batunoni. 4(2), 54–60.
Fadhilah, M. N. (2022). Nilai-Nilai Budaya Lokal Dalam Pengembangan Karakter Anak Usia Dini Pendahuluan. Jurnal Tunas Siliwangi, 8(1), 41–51.
Fatmawati, N., & Kisno, K. (2017). Pemahaman Guru Kelas Awal Sekolah Dasar Terhadap Model Pembelajaran Terpadu Berbasis Budaya. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 2(1), 119. https://doi.org/10.23969/jp.v2i1.502
Febrian, R., Islam, M. F., & Yudistira, P. (2025). Peran Budaya dalam Pembentukan Identitas Manusia. 25–35.
Harini, N., Noor, I., & Iqbal, M. (2025). Multikulturalisme pada pendidikan anak usia dini. 5(1), 97–112.
Lestari, T., Su’ad, S., & Kusmanto, A. S. (2023). Pengembangan Bahan Ajar Budaya Lokal Untuk Anak Usia Dini Melalui Program Entrepreneurial Kids Makanan Khas Gresik. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 9(2), 1024–1033. https://doi.org/10.58258/jime.v9i2.4967
Minarti, Setiawan, D., & Waluyo, E. (2023). Tarian Kreasi Tradisional Dolanan Meningkatkan Kemampuan Seni Anak SD Negeri 1 Bendoharjo. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1(1), 34–38. https://doi.org/10.61650/jptk.v1i1.122
Mokalu, V. R., & Boangmanalu, C. V. J. (2021). Teori psikososial Erik Erikson. VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 12(2), 180–192.
Muzakki, M., & Fauziah, P.Y. (2015). Implementasi pembelajaran anak usia dini berbasis budaya lokal di PAUD full day school. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(1), 39-54. https://doi.org/10.21831/jppm.v2i1.4842
Nurlaila, & Nursalim, A. (2022). Roro Jonggrang: Animation Of Folklore For National Cultural Education Media. Rekam, 18(1), 37–50. https://doi.org/10.24821/rekam.v18i1.6699
Purnamasari, Y.M., & Wahyudi, A.V. (2025). Pembelajaran berbasis budaya Cirebon di satuan PAUD: Implementasi dan tantangan. AWLADY:Jurnal Pendidikan Anak, 11(1). https://doi.org/10.24235/awlady.v11i1.19782
Pratiwi, A.R., & Pamungkas, J. (2025). Guru sebagai pelestari nilai budaya: Analisis kompetensi dan praktik pembelajaran kontekstual. Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 1403-1412. https://doi.org/10.37985/murhum.v6i2.1449
Senoprabowo, A., Khamadi, K., & Laksana, D. A. W. (2018). Perkembangan Mainan Warak Ngendog sebagai Mainan Tradisional Kota Semarang. Seminar Nasional Seni Dan Desain 2018, 149–156.
Senoprabowo, A., Khamadi, K., & Septian, Y. A. (2021). Komik Digital Warak Ngendog Untuk Memperkenalkan Nilai Kearifan Lokal Kepada Anak Di Kota Semarang. Prosiding Seminar Nasional Desain Komunikasi Visual, 1(2020), 1–13. https://doi.org/10.33479/sndkv.v1i.76
Sumartini, Ni Wayan Lasmawan, I Wayan Kerth, I. W. (2025). Eksplorasi Kendala Guru Dalam Mengintegrasikan Nilai-nilai Kearifan Lokal Pada Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 4(4), 665–671.
Triyanto, Rokhmat, N., Jurusan, M., Rupa, S., Bahasa, F., Seni, D., & Semarang, U. N. (2013). Jurnal Komunitas Warak Ngendog: Simbol Akulturasi Budaya Pada Karya Seni Rupa Warak Ngendog: Cultural Acculturation Symbol on Visual Artworks. Jurnal Komunitas, 5(2), 162–171. http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/komunitas
Waluyo, E., Mukminin, A., Kisworo, B., & Zakiyyatul, N. (2025). Penguatan Interelasi Guru dan Kurikulum Menuju PAUD Berkualitas. 5(1), 89–96. https://doi.org/10.54259/pakmas.v5i1.3224
Yudiati, R., Annisa, A., & Susilowati, A. G. (2024). Pentingnya Memperkenalkan Budaya Lokal Sejak Dini Di Era Digital. Rampa’ Naong Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 23–27. https://doi.org/10.24929/rn.v2i1.3289
Refbacks
- There are currently no refbacks.

