PENGARUH PERKUATAN KEKAKUAN JOINT BALOK-KOLOM BANGUNAN NON-REKAYASA TERHADAP KINERJA SEISMIK DENGAN METODE IDA

Muhtarom Yudantoro, Edy Purwanto, Stefanus Adi Kristiawan

Abstract

Kabupaten Pacitan adalah salah satu kabupaten di Indonesia yang memiliki aktivitas seismik tinggi akibat berada di antara tiga lempeng tektonik. Aktivitas seismik yang terjadi dapat menyebabkan terjadinya kerusakan bangunan dan korban jiwa. Namun, sebagian besar rumah tinggal di Indonesia tergolong sebagai bangunan non-rekayasa, yaitu bangunan yang dibangun tanpa perhitungan struktur sesuai standar yang berlaku. Salah satu faktor penting dalam ketahanan struktur terhadap gempa adalah kekakuan pada sambungan balok-kolom serta keberadaan elemen non-struktural seperti dinding pengisi. Joint balok kolom merupakan komponen struktur utama yang berfungsi mengikat beban-beban struktur lainnya yang merupakan beban siklik terhadap joint balok kolom. Adanya bukaan pada dinding juga mempengaruhi perlakuan dari dinding tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kekakuan joint balok kolom dan dinding dengan bukaan terhadap kinerja seismik struktur rumah tinggal non-rekayasa. Evaluasi dilakukan menggunakan metode Incremental Dynamic Analysis dengan software seismostruct yang berfungsi untuk menentukan respon  struktur bangunan terhadap beban gempa. Berdasarkan hasil penelitian, adanya bukaan pada dinding pengisi memberikan reduksi dalam menahan gaya lateral. Kemudian kekakuan hubungan balok kolom tidak menunjukkan dampak yang berarti terhadap peningkatan kinerja seismik bangunan. Hal ini dapat dilihat dari periode struktur dan nilai gaya geser dasar pada setiap kerusakan.

Keywords

bangunan non-rekayasa, joint balok-kolom, Incremental Dynamic Analysis, kurva kerapuhan, kekakuan joint

Full Text:

PDF

References

Al-Chaar, G., Abu-Hassan, M., & Issa, M. (2023). “In-plane response reduction of infill walls with openings under seismic loading”. Engineering Structures, 281, 115–128.

Araby, M. Z., Rizal, S., Afifuddin, M., & Abdullah A. (2021). “Analisis Perlakuan Joint Balok Kolom Terhadap Beban Siklik dengan Penambahan Sengkang pada Joint Sesuai SK SNI T-15-1991-03”. Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan, 4(2), 49-59.

Boen, T. (2001). “Earthquake resistant design of non-engineered buildings in Indonesia”. In EQTAP Conference, 1-34

De Risi, M. T., Furtado, A., & Verderame, G. M. (2024). “Seismic performance sensitivity of RC frames with irregular infill opening configurations”. Soil Dynamics and Earthquake Engineering, 178, 108–122.

FEMA. HAZUS-MH MR5. (2010). “Advanced Engineering Building Module (AEBM)”. Wahington, DC: Federal Emergency Management Agency.

FEMA. (2012). “Multi-hazard Loss Estimation Methodology, Earthquake Model, Hazus–MH 2.1:Technical Manua”l. In Federal Emergency Management Agency.

Giri, I. B. D., Putra, D., & Pratama, G. P. S. E. (2016). ”Perilaku Struktur Rangka Dinding Pengisi dengan Bukaan pada Gedung Empat Lantai”. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran – Bali. 72-79.

Hadibroto, B., & Ronitua, S. (2018). ”Perbaikan Dan Perkuatan Bangunan Sederhana Akibat Gempa”. Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil, 4(1), 46-55.

Kristiawan, S. A., Safarizki, H. A., Purwanto, E., Sangadji, S., Trisnawan, A. D., dan Nugroho, T. S. N. (2023). ”Penentuan Batasan Tingkat Kerusakan Seismik Pada Bangunan Non-Engineered Di Pacitan”. Konf. Nas. Tek. Sipil, 1(3), 16–17.

Kudiratullah, A. A., Shafie, M. H., Yousuf, M., Salawudeen, T., Yahaya, A. S., & Junaid, M. T. (2024). “Experimental evaluation of reinforced concrete beam–column joints subjected to bi-axial cyclic loading and enhanced using haunch retrofit”.Bulletin of Earthquake Engineering, 22, 3125–3167.

Putra, A. D. T., (2024).” Evaluasi Kinerja Struktur Rumah Tinggal Non Rekayasa Dan Rekayasa : Struktur Open Frame Dan Infill Frame Berbasis Ida”.

Rahman, F., Idris, Y., Abdullah, Asyifa, C. N. (2022), ”Pengembangan Kurva Kerapuhan Berbasis Incremental Dynamic Analysis pada Bangunan Tipikal Puskesmas di Kota Banda Aceh terhadap Bahaya Gempa”, 4(3), 246-252.

SNI 2847:2019 Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung

SNI 1726:2019 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Nongedung

SNI 15-2094-2000 Bata Merah Pejal untuk Pasangan Dinding

SNI 6882:2014 Spesifiaksi Mortar Untuk Pekerjaan Unit Pasangan

Tanganelli, M., Puppio, M. L., & Viti, S. (2024). “Stiffness modification effects on RC low-rise structures under seismic demand”. Structures, 59, 2041–2055.

Tekeli, H., Yüksel, C., Anıl, Ö., Ilki, A., Anilan, A., & Tünay, M. (2024). Experimental and numerical investigation of hysteretic earthquake behavior of masonry infilled RC frames with opening strengthened by adding rebar-reinforced stucco. Bulletin of Earthquake Engineering, 22, 3169–3207.

Tamara, M. (2011). Evaluasi Kerusakan Bangunan Akibat Gempa Besar

Vamvatsikos, D. & Cornell, C.A. (2002). Incremental Dynamics Analysis. Earthquake Engineering Structure by John Wiley & Sons, Ltd.

Xie, Q., Wang, Z., & Zhou, Y. (2023). “Parametric assessment of beam–column joint stiffness on seismic capacity of RC frames”. Journal of Building Engineering, 72, 106–115.

Zhang, H. (2024). “A review of seismic performance of infill wall frame structures under flexible connections”. Advances in Research, 25(1), 13–20.

Zheng, J., Pan, Z., Zhen, H., Deng, X., Zheng, C., Qiu, Z., Xie, L., Xiong, Z., Li, L., & Liu, F. (2023). ”Experimental investigation on the seismic behavior of precast concrete beam–column joints with five-spiral stirrups”. Buildings, 13(9), 2357.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.