Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SDN 1 Lundong
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model Problem Based Learning, meningkatkan keterampilan berpikir kritis IPAS, meningkatkan hasil belajar IPAS, dan mendeskripsikan kendala dan solusi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas IV SDN 1 Lundong yang berjumlah 21 siswa (6 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan). Data yang dianalisis berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Hasil penelitian penerapan model Problem Based Learning yang diterapkan dengan lima langkah, yaitu: (1) orientasi masalah kepada siswa; (2) mengorganisasikan siswa untuk belajar; (3) membantu penyelidikan/investigasi secara individu dan kelompok; (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya; dan (5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Peningkatan keterampilan berpikir kritis dengan menerapkan model Problem Based Learning, yaitu hasil rata-rata persentase tes keterampilan berpikir kritis pada siklus I (71,83%), siklus II (79,84%), dan siklus III (86,19%). Sedangkan, peningkatan hasil belajar dengan menerapkan model Problem Based Learning, yaitu persentase rata-rata siswa tuntas pada siklus I sebesar 71,42% dengan rata-rata kelas 73,57, pada siklus II sebesar 88,09% dengan rata rata kelas 81,9, dan pada siklus III sebesar 100% dengan rata-rata kelas 90. Kendala yang dominan dalam penelitian ini adalah siswa yang kurang aktif dalam pelaksanaan diskusi. Solusinya adalah pemberian bimbingan kepada kelompok yang pasif dan mengajak siswa yang diam untuk terlibat. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar IPAS siswa kelas IV SDN 1 Lundong tahun ajaran 2024/2025.
Keywords
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.

