KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK TERHADAP NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM LAGU DAN PERMAINAN CUBLAK-CUBLAK SUWENG
Abstract
Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk berkomunikasi, tetapi juga mencerminkan budaya serta identitas suatu masyarakat. Lagu dan permainan tradisional anak, seperti Cublak-Cublak Suweng, menjadi media penting dalam pewarisan nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menguraikan nilai-nilai kearifan lokal yang diterapkan dalam lirik lagu serta praktik permainan tradisional Cublak-Cublak Suweng, menganalisis bagaimana bahasa merepresentasikan kearifan lokal, serta menjelaskan makna budaya yang tersirat dalam permainan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif antropolinguistik Duranti, yang menekankan hubungan antara bahasa, praktik sosial, dan konteks budaya. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi lirik, tuturan, serta tindakan dalam permainan, kemudian dianalisis menggunakan analisis data interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cublak-Cublak Suweng mengandung nilai-nilai kejujuran, kerja sama, kesabaran, kecerdikan, kerendahan hati, gotong royong, serta tata krama. Bahasa dalam lagu, melalui metafora, diksi lokal, dan ragam ngoko alus, merepresentasikan nilai-nilai tersebut. Permainan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana pendidikan moral dan pelestarian budaya, mencerminkan cara hidup dan pandangan masyarakat Jawa.
Keywords
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.


