REALISME MAGIS DALAM CERPEN BULAN KETUJUH KALENDER LUNAR KARYA SUNLIE THOMAS ALEXANDER

Alhasanah Zahro, Dyan Rizal Anugrah

Abstract

Realisme magis merupakan salah satu gaya penceritaan yang digunakan untuk merepresentasikan pertemuan antara realitas dan unsur supranatural dalam sastra kontemporer. Dalam konteks Indonesia, pendekatan ini sering digunakan untuk menggambarkan keberlanjutan tradisi dalam masyarakat modern. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan karakteristik realisme magis dalam cerpen Bulan Ketujuh Kalender Lunar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan teori Wendy B. Faris. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen Bulan Ketujuh Kalender Lunar karya Sunlie Thomas Alexander yang diterbitkan koran Kompas pada 20 November 2022. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Hasil penelitian menunjukkan cerpen Bulan Ketujuh Kalender Lunar memiliki lima karakteristik realisme magis yaitu elemen yang tidak tereduksi, dunia fenomenal, alam yang bercampur, keraguan yang meresahkan, dan gangguan terhadap waktu, ruang, dan identitas. Karakteristik realisme magis dalam cerpen menunjukkan bahwa tradisi dan adat Tionghoa dalam era modernitas saat ini masih terus eksis dan dilestarikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi kajian sastra selanjutnya dalam mengkaji realisme magis pada karya sastra Indonesia.

Keywords

cerpen; kebudayaan Tionghoa; realisme magis; Wendy B. Faris

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.