Model Demonstrasi Terbimbing Pada Pembelajaran CAD dengan Media Video

Abdul Haris Setiawan

Abstract

Pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat akan memudahkan peserta didik dalam belajar, akan tetapi penggunaan media pembelajaran dengan metode yang tidak terencana dapat mengakibatkan masalah baru yang justru dapat menurunkan kualitas pembelajaran. Penelitian penerapan media Pembelajaran video pada model demonstrasi terbimbing ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) mengetahui langkah-langkah yang tepat dalam menggunakan media pembelajaran video dengan model demonstrasi terbimbing (2) memperbaiki kualitas pembelajaran menggambar bangunan gedung dengan menggunakan aplikasi Autodesk Autocad. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang dilaksanakan dengan mengidentifikasi permasalahan yang ada didalam kelas, merencanakan pembelajaran dengan menyusun langkah-langkah pembelajaran menggunakan model demonstrasi terbimbing, melaksanakan tindakan, observasi, evaluasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan. Data diperoleh melalui observasi pembelajaran di kelas, wawancara dan tes. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) langkah-langkah yang tepat dalam menggunakan media pembelajaran video dengan model demonstrasi adalah dengan diawali apersepsi, dilanjutkan membentuk kelompok dengan anggota empat mahasiswa, dilanjutkan pembagian file video pembelajaran dan soal, dilanjutkan dengan pemutaran video pembelajaran, dilanjutkan diskusi kelompok untuk mengerjakan soal, kemudian presentasi hasil kerja dengan metode demonstrasi terbimbing, selanjutnya dosen memberikan penguatan beserta kesimpulan dengan melibatkan mahasiswa, dan penilaian ; (2) Penggunaan media pembelajaran video dengan model demonstrasi terbimbing sebagaimana telah dilaksanakan pada penelitian ini dapat meningkatkan ketuntasan hasil belajar dari pra siklus sebesar 55%, siklus pertama 73%, siklus ke dua 94%.

 

Kata Kunci: model demonstrasi, media, video pembelajaran 

Full Text:

PDF

References

Balakrishnan, V., & Gan, C. L. (2016). Students’ learning styles and their effects on the use of social media technology for learning. Telematics and Informatics, 33(3), 808–821. https://doi.org/10.1016/j.tele.2015.12.004

Giannakos, M. N., Chorianopoulos, K., & Chrisochoides, N. (2015). Making sense of video analytics: Lessons learned from clickstream interactions, attitudes, and learning outcome in a video-assisted course. International Review of Research in Open and Distance Learning, 16(1), 260–283. https://doi.org/10.19173/irrodl.v16i1.1976

Handartiningsih, H., & Hamidah, S. (2014). PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA DALAM MENYIAPKAN DAN MENYAJIKAN MINUMAN NONALKOHOL MELALUI METODE DEMONSTRASI. Jurnal Pendidikan Vokasi, 4(3). https://doi.org/10.21831/JPV.V4I3.2558

Karlina, D. A. (2015). Pembelajaran Fisika Menggunakan Metode Demonstrasi dengan Pendekatan Qunatum Learning untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan Pemahaman Konsep. Universitas Negeri Semarang.

Kemmis, S., & McTaggart, R. (2000). Participatory action research. In Handbook of Qualitative Research (Vol. 2nd, pp. 567–605). https://doi.org/10.1016/S0031-9406(05)61288-6

Kirkwood, A. (2013). Learning from media: arguments, analysis, and evidence. Open Learning: The Journal of Open, Distance and E-Learning, 28(2), 153–156. https://doi.org/10.1080/02680513.2013.832188

Lan, Y. F., & Sie, Y. S. (2010). Using RSS to support mobile learning based on media richness theory. Computers and Education, 55(2), 723–732. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2010.03.005

Lewis, S., Pea, R., & Rosen, J. (2010). Beyond participation to co-creation of meaning: mobile social media in generative learning communities. Social Science Information, 49(3), 351–369. https://doi.org/10.1177/0539018410370726

Mao, J. (2014). Social media for learning: A mixed methods study on high school students’ technology affordances and perspectives. Computers in Human Behavior, 33, 213–223. https://doi.org/10.1016/j.chb.2014.01.002

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis. Sage. https://doi.org/10.1136/ebnurs.2011.100352

Novia Purnamasari, N. K., Agung Oka Negara, I. G., & Suara, M. (2014). Penerapan Metode Demonstrasi Melalui Kegiatan Melipat Kertas ( Origami ) Untuk Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus Anak. E-Journal PG-PAUD, 2(1).

Nurhayati, Fadilah, S., & Mutmainnah. (2014). Penerapan Metode Demonstrasi Berbantu Media Animasi Software Phet Terhadap Hasil Belajar Siswa Dalam Materi Listrik Dinamis Kelas X Madrasah Aliyah Negeri 1 Pontianak. Jurnal Pendidikan Fisika Dan Aplikasinya (JPFA) ISSN: 2087-9946, 4(2), 1–7.

Nurseto, T. (2011). Membuat Media Pembelajaran yang Menarik – Tejo Nurseto. Ekonomi & Pendidikan, 8, 19–35.

Putra, I. E. (2013). Teknologi Media Pembelajaran Sejarah Melalui Pemanfaatan Multimedia Animasi Interaktif. Jurnal TEKNOIF, 1(2), 20–25.

Rohendi, D., Sutarno, H., & Ginanjar, M. A. (2010). Efektivitas Metode Pembelajaran Demonstrasi Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi Di Sekolah Menengah Kejuruan. Jurnal PTIK, 3(1), 16–18.

Sherin, M. G., & Han, S. Y. (2004). Teacher learning in the context of a video club. Teaching and Teacher Education, 20(2), 163–183. https://doi.org/10.1016/j.tate.2003.08.001

van Es, E. A., & Sherin, M. G. (2008). Mathematics teachers’ “learning to notice” in the context of a video club. Teaching and Teacher Education, 24(2), 244–276. https://doi.org/10.1016/j.tate.2006.11.005

Zhang, D., Zhou, L., Briggs, R. O., & Nunamaker, J. F. (2006). Instructional video in e-learning: Assessing the impact of interactive video on learning effectiveness. Information and Management, 43(1), 15–27. https://doi.org/10.1016/j.im.2005.01.004

Refbacks

  • There are currently no refbacks.