RESILIENSI MASYARAKAT NELAYAN SELAMA MUSIM LAEB DI DESA PUGER KULON KECAMATAN PUGER KABUPATEN JEMBER

Wardatul Chamro, Lenny Widjayanthi

Abstract


Abstract: The laeb season struck some coastal areas in the southern part of Java that occurred as an impact of climate anomalies. This condition is experienced by the fishermen in Puger Kulon village, Puger sub-district, especially fishermen who catch Lemuru and Benggol fish due to the difficulties to get fish when the unsuitable sea conditions. This condition causes fishermen to experience difficulties in maintaining social resilience that can affect the lives of their families. The research aims to decide the resilience of the Jukung fishermen in the current laeb by formulating the utilization of livelihood assets to keep the lives of fishermen. The Data is collected using three methods, namely interviews, observations and documentation studies. The key informant is deliberately determined that Jukung fishermen and supporting informant are the wives of fishermen and the staff of TPI. The data is analyzed by using Miles and Huberman. The validity method uses triangulation and source techniques. The result show that 1) Jukung fishermen will resilien during the Laeb season when the Jukung fishermen can use their livelihood assets both in household assets as well as in the living system of Jukung fishermen. Livelihood assets consist of human capital, natural capital, physical capital, financial capital, and social capital. The fishermen need to reduce or minimize capital in certain conditions in order to resilient without causing a new burden and vulnerability for Jukung fishermen in Puger Kulon village.

 

Abstrak: Musim laeb melanda di beberapa daerah pesisir bagian selatan Pulau Jawa yang terjadi sebagai dampak adanya anomali iklim. Laeb ini dialami oleh nelayan Jukung di Desa Puger Kulon Kecamatan Puger, khususnya nelayan menangkap jenis ikan lemuru dan benggol yang kesulitan dalam mendapatkan hasil tangkapan dan kondisi alam lautan yang tidak mendukung kegiatan penangkapan ikan. Kondisi ini dapat mendorong nelayan mengalami kesulitan dalam mempertahankan ketahanan sosial (resiliensi) yang mempengaruhi kehidupan keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resiliensi nelayan Jukung selama menghadapi musim laeb agar dapat merumuskan kegiatan pemanfaat modal livelihood asset secara efektif untuk mempertahankan kehidupan nelayan. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja yaitu Desa Puger Kulon Kecamatan Puger dan menggunakan pendekatan kualitatif. Data diambil menggunakan 3 metode yaitu wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Key informant ditentukan secara sengaja yakni nelayan Jukung dan informan pendukung adalah istri nelayan dan staf dari TPI Puger. Data dianalisis menggunakan Miles and Huberman. Metode keabsahan menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Jukung akan resilien selama musim laeb apabila  nelayan Jukung dapat memanfaatkan  livelihood  assets mereka baik dalam aset rumah tangganya maupun dalam sistem nafkah nelayan Jukung. Livelihood assets ini terdiri dari dari modal manusia, modal alam, modal fisik, modal finansial, dan modal sosial. Nelayan perlu memilah modal yang seharusnya tidak perlu atau diminimalkan penggunaannya dalam kondisi-kondisi tertentu agar tetap resilien tanpa membuat beban dan kerentanan baru untuk nelayan Jukung di Desa Puger Kulon.


Keywords


laeb; climate anomaly; Jukung fisherman; resilience; musim laeb; anomali iklim; resiliensi; nelayan Jukung

Full Text:

PDF
rticle

References


Ellis, F. (2000). Rural livelihoods and diversity in developing countries. Oxford University Press.: UK.

Kusnadi. 2000. Nelayan: Strategi Adaptasi dan Jaringan Sosial. LKiS : Yogyakarta

Mayunga, Joseph S. 2007. Understanding and Applying the Concept of Community Disaster Resilience: A Capital-Based Approach. Working Paper Prepared for The Summer Academy, Megacities as Hotspots of Risk: Sosial Vulnerability and Resilience Building, Munich, Germany, 22-28 Juli 2007.

Moegni, Nurtjahja, Ahamd R. dan Gigih P. 2014. Adaptasi Nelayan Perikanan Laut Tangkap dalam Menghadapi Perubahan Iklim. Ekonomi dan Studi Pembangunan, 15(2) : 182-189.

Speranza, Chinwe I, Urs Wiesmann, dan Stephan Rist. 2012. An Indicator Framework for Assessing Livelihood Resilience in The Context of Sosial-Ecological Dynamics. Global Environmental Change, 28(1) : 109-119.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Wahyono, Ari, Masyhuri I.,dan Ibnu N. 2014a. Resiliensi Komunitas Nelayan dalam Menghadapi Perubahan Iklim: Kasus di Desa Grajagan Pantai, Banyuwangi, Jawa Timur. Masyarakat dan Budaya, 16(2): 259-274.

Walker, B., et al.2004. Resilience, Adaptability and Transformability in Social-ecological Systems. Ecology and Society, 9(2) : 5.

Wijayani, Fika. 2016. Strategi Keluarga Nelayan dalam Mengatasi Kemiskinan. Skripsi. Diterbitkan. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Yogyakarta, Yogyakarta

Wibowo, 2011. Cara Cerdas Menulis Artikel Ilmiah. Jakarta: Kompas Media Nusantara.




DOI: https://doi.org/10.20961/sepa.v16i2.33792

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Creative Commons License