FUNGSI PELANGGARAN MAKSIM PRINSIP KESANTUNAN PADA KOMENTAR BERITA ONLINE DI FANSPAGE FACEBOOK MERDEKA.COM

Qurratul Aini

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang fungsi pelanggaran prinsip kesantunan pada komentar berita online di Fanspage Facebook Merdeka.Com. Data penelitian yaitu berupa tuturan yang didapatkan dari Fanspage Facebook Merdeka. Com dengan rubrik berita politik tanggal 23 dan 24 September 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan yang melangar disampaikan dalam bentuk asertif, direktif dan ekspresif. Fungsi pelanggaran asertif memiliki 2 sub fungsi yaitu “menyatakan” dan “menyindir”. Fungsi direktif memiliki 3 sub fungsi yaitu “menasehati”, “melarang” dan “bertanya”. Fungsi ekspresif memiliki 6 sub fungsi yaitu “mencela”, “menyalahkan”, “mengumpat”, “mengolok”, “mengecam”, “meremehkan”, dan “berharap”. Fungsi pelanggaran paling dominan yaitu fungsi asertif dengan sub fungsi “menyatakan”.

Keywords

Politeness principle, the violation maxim, compliance maxim, function of violation, speech act.

Full Text:

PDF

References

Afifah, N. (2016). Prinsip Kerja Sama, Implikatur, dan Daya Pragmatik dalam Acara Tatap Mata di Trans TV. Tesis, Universitas Sebelas Maret.

Budiawan, O. (2012). Jangan Melihat Buku dari Wajahnya. Jurnal Ranah. TH. II No.1 April 2012.

Franzischa L.W. (2013). Analisis pelanggaran prinsip sopan santun dalam komik Crayon Sinchan Volume 2 karya Yoshito Usui. Jurnal Japanology Vol 1, No 1, Sept 2012- Feb 2013.

Leech, G. (2011). Prinsip- Prinsip Pragmatik. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Miles. M., Huberman. A., Saldana.J. (2014). Qualitative Data Analysis A methods Sourcebook. Arizona: Arizona State University.

Santosa, R. (2014). Metode Penelitian Kualitatif Kebahasaan. Universitas Sebelas Maret.

Searle. (1979). Expression anda Meaning. Cambridge: Cambridge U.P

Suwarna. (2002). Strategi Penguasaan Berbahasa. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.

https://www.facebook.com/MDKcom/about? diakses pada 20 September 2016.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.