HUBUNGAN TINGKAT HARGA DIRI TERHADAP KECENDERUNGAN PERILAKU AGRESIF ANAK USIA 5-6 TAHUN

Nurul Islamiyah Nur Khasanah, Hadiyah Hadiyah, Nurul Kusuma Dewi

Abstract

Harga diri (self-esteem) merupakan salah satu elemen penting bagi pembentukan konsep diri seseorang dan akan berdampak luas pada sikap dan perilakunya. Salah satu penyimpangan perilaku yang marak terjadi pada anak yatu perilaku agresif. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah adakah  hubungan antara tingkat harga diri terhadap kecenderungan perilaku agresif anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat harga diri terhadap kecenderungan perilaku agresif anak usia 5-6 tahun. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasi. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2018 dengan menggunakan sampel sebanyak 30 anak usia 5-6 tahun. Tahap pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengumpulan data berupa kuesioner dan observasi. Kuesioner dilakukan untuk mendapatkan data tentang perkembangan harga diri anak, sedangkan proses pengamatan untuk mendapatkan data yang konsisten tentang kemunculan perilaku agresif anak usia 5-6 tahun oleh peneliti selaku pengamat. Hasil uji hipotesis korelasi Spearman Rho menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,005<0,05 yang artinya hipotesis diterima yaitu adanya hubungan antara tingkat harga diri terhadap kecenderungan perilaku agresif anak usia 5-6 tahun. Namun sumbangan data menunjukkan nilai koefisien sebesar 38,3% yang artinya bahwa harga diri anak hanya berpengaruh sebesar 38,3% terhadap kecenderungan anak dalam memunculkan perilaku agresif, sisanya yaitu 61,7% dipengaruhi oleh faktor lain.

 

Kata kunci: perilaku agresif, harga diri anak,anak usia 5-6 tahun

References

Aditomo, A. & Retnowati, S. (2004). Perfeksionisme, Harga Diri, dan Kecenderungan Depresi Pada Remaja Akhir. Jurnal Psikologi 1. 1-14. Diperoleh pada 19 Maret 2018, dari https://jurnal.ugm.ac.id/jpsi/artic le/view/7033/5485.

Allen. J. J . & Anderson. C. A. (2017). Aggression and Violence: Definitions and Distinctions. The Wiley Handbook of Violence and Aggression. 1—14. Diperoleh pada 6 Maret 2018, dari https://public.psych.iastate.edu/c aa/abstracts/2015- 2019/17AA2.pdf.

Beaty, J.J. (2013). Observasi Perkembangan Anak Usia Dini Edisi Ketujuh. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.

Bushman, B. J.,& Anderson, C. A. (2001). Is it time to pull the plug on the hostile versus instrumental aggression dichotomy? Psychological Review.

Dewi, Erlina, Tri, R. (2014). Upaya Mengatasi Munculnya Tingkah Laku Agresif Anak Melalui Mendengar Cerita Di Kelompok B TK ABA Tegal Domban Tempel Sleman.

Dini, F. O. & Indrajati, H. (2014). Hubungan Antara Kesepian dengan Perilaku Agresif pada Anak Didik di Lembaga Pemasyarakatan Anak Blitar. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental. 3(3). 30-36.

Jasmadi & Azzama, A. (2016). Hubungan Harga Diri dengan Perilaku Konsumtif Remaja di Banda Aceh. Jurnal Psikoislamedia. 1(2). 325-334.

Kamilia, I.I. & Mukhlis. (2013). Perbedaan Harga Diri (Self Esteem) Remaja Ditinjau dari Keberadaan Ayah. Jurnal Psikologi. 9(2). 100-112.

Oktaviani, E. S., Vonna, R. D., & Caroline, Y. (2017). Hubungan Sabar dan Harga Diri dengan Agresivitas Pada Suppoter Bola. Jurnal Psikososialmedia. 2(1). 55-64.

Shahen, F. & Jahan, M. (2014). Role of Self Esteem in Development of Aggressive Behavior Among Adolescents. International Journal of Education and Psychological Research (IJEPR). 3(4).

Widodo, A. S. & Prastiti, N. T. (2013). Harga Diri Dan Interaksi Sosial Ditinjau Dari Status Ekonomi Orang Tua. Jurnal Psikologi Indonesia.2(2). 131-138.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.