STRATEGI PENANGANAN PERILAKU TEMPER TANTRUM PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN

Nismara Putri Calysta, Eny Nur Aisyah, Ajeng Putri Pratiwi

Abstract

Temper tantrum merupakan bentuk emosi dari bentuk kemarahan dan frustrasi yang muncul dengan tidak terkendali seperti menangis, merengek, memukul, menendang. Mengelola perilaku anak di kelas merupakan tantangan bagi para guru. Kurangnya pemahaman guru di sekolah terkait penanganan tantrum menyebabkan perilaku ini semakin berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai macam wujud perilaku temper tantrum, pemicu temper tantrum dan strategi penanganan temper tantrum pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Miles dan Huberman yang diawali dengan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penyimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wujud perilaku temper tantrum adalah menyakiti diri sendiri, memukul orang lain, menangis meraung-raung, merengek, menghentakkan kaki, menjerit, melempar barang, dan menendang. Sedangkan pemicu anak mengalami temper tantrum karena keinginan tidak terpenuhi, sulit mengungkapkan keinginannya, tidak sabar, tidak nyaman, mengonsumsi gula tinggi, orang tua yang selalu memanjakan anak, dan perbedaan pola asuh orang tua. Strategi yang digunakan adalah strategi guru dan strategi lembaga. Strategi guru yaitu strategi “touch and tune in” dan strategi lembaga yaitu program bina aktivitas dan parenting orang tua.

Keywords

Anak Usia Dini; Guru; Strategi; Temper Tantrum

Full Text:

PDF

References

Agustin, N. A., Kanom, & Darmawan, R. N. (2020). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku tantrum pada anak di TK Bunda Dharmasraya. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(3), 1–4.

Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (1998). Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods. Boston: Allyn & Bacon.

Fatmala, S. (2022). Peran orang tua terhadap pendidikan karakter anak usia dini. Proceedings of the Conference of Elementary Studies, 599–611. https://journal.um-surabaya.ac.id/Pro/article/download/14951/5461.

Islami, F. P., & Rejeki, A. (2024). Parenting untuk menyikapi perilaku tantrum pada anak usia dini melalui UPP Sang Surya. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 14–21.

Jati, N., Roswita, Y., & Widyorini, E. (2012). Efek sensory story terhadap penurunan perilaku tantrum pada anak autis dengan kesulitan modulasi sensorik. Kajian Ilmiah Psikologi, 1(2), 234–238.

Kurniawati, L., & Utama, A. A. (2023). Perilaku tantrum pada anak usia dini di TK ABA Sumbawa. JUPE: Jurnal Pendidikan Mandala, 8(2), 374–378. https://doi.org/10.58258/jupe.v8i2.5311.

Putri, L. E. S. (2019). Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Temper Tantrum Anak Usia Prasekolah. Skripsi Sarjana.

Mah, R. (2008). The One-Minute Temper Tantrum Solution: Strategies for Responding to Children’s Challenging Behaviors. California: Corwin Press.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. New York: SAGE Publications.

Nihwan, N. (2024). Penanganan anak temper tantrum: Studi kasus di TK TQ Muhammad Al-Fatih. Jurnal Kajian Anak (J-Sanak), 5(2), 145–155. https://doi.org/10.24127/j-sanak.v5i02.5999.

Rizkina, S., Armanila, A., Yuningsih, A., & Fitri, W. (2022). Guru dan strategi penanganan pada anak dengan masalah emosional di RA. Jurnal Raudhah, 10(2), 1–11.

Rukmatin, F. I., & Rosdiani, N. I. (2024). Intervensi guru terhadap perilaku tantrum anak usia toddler di daycare Pocenter. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1).

Salkind, N. J. (2002). Child Development. London: Macmillan Publishers.

Sugiyono. (2018). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Tambunan, D., & Sansuwito, T. (2024). The association between parenting and parental communication with temper tantrums in preschool children. Journal of Early Childhood Studies.

Utamimah, S., Samawi, A., Arifin, I., Pramono, P., Aisyah, E. N., & Putri Pratiwi, A. (2024). Pemanfaatan media loose part dalam pembelajaran literasi dan sosial emosional anak usia dini. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 702–711. https://doi.org/10.37985/murhum.v5i1.641.

Wardani, I. R. W., Putri Zuani, M. I., & Kholis, N. (2023). Teori belajar perkembangan kognitif Lev Vygotsky dan implikasinya dalam pembelajaran. DIMAR: Jurnal Pendidikan Islam, 4(2), 332–346. https://doi.org/10.58577/dimar.v4i2.92.

Wina, R. P., Iriyanto, T., & Aisyah, E. N. (2019). Pengembangan permainan harta karun Si Bola-Bola dalam pembelajaran sosial emosional anak usia 5–6 tahun di taman kanak-kanak. Jurnal Pendidikan Anak, 8(2), 126–131. https://doi.org/10.21831/jpa.v8i2.29095.

Windarti, N. A., Chasanah, N., & Purwanto, F. (2022). Hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian temper tantrum pada anak usia 3–4 tahun. Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan, 1(3), 17–26. https://doi.org/10.56586/pipk.v1i3.242.

Zahra, Z., & Setiawati, Y. (2021). Membentuk parenting educator untuk mengatasi tantrum pada anak prasekolah. Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 6(4), 1184–1190. https://doi.org/10.30653/002.202164.899

Refbacks

  • There are currently no refbacks.