Pengembangan E-Modul Kedamaian Berbasis “Nilai-Nilai Epos I La Galigo” Sebagai Upaya Preventif Agresivitas Verbal Siswa SMA
Abstract
Penelitian ini mengembangkan E-Modul Perdamaian Berbasis Nilai-Nilai Epos I La Galigo sebagai Upaya Pencegahan Agresivitas Verbal Siswa SMA. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengetahui bagaimana memperhatikan kebutuhan e-modul bimbingan perdamaian; 2) Mengetahui bagaimana membuat prototipe pengembangan e-modul kesejahteraan; 3) Mengetahui tingkat validitas pengembangan e-modul konservasi perdamaian; 4) Mengetahui tingkat kepraktisan pengembangan e-modul konservasi perdamaian. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE, yang merupakan model penelitian pengembangan yang memiliki 5 tahapan, yaitu: 1) Analisis; 2) Desain; 3) Pengembangan; 4) Implementasi; 5) Evaluasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: 1) Analisis kebutuhan menunjukkan bahwa e-modul bimbingan perdamaian berdasarkan nilai-nilai Epos I La Galigo sangat dibutuhkan oleh siswa sebagaimana ditunjukkan oleh hasil analisis kebutuhan siswa sebesar 67%, analisis kebutuhan materi sebesar 84%, dan analisis kebutuhan media sebesar 84 % ; 2) Prototipe e-modul dikembangkan sebagai media digital interaktif yang memuat enam topik utama, yaitu spiritualitas dalam nilai siri', keadilan berdasarkan nilai lempu', welas asih melalui nilai pesse, anti kekerasan yang terinspirasi oleh nilai sumange' & inninawa, tanggung jawab sebagai bentuk nilai getteng, dan komunikasi damai melalui nilai sipakatau, sipakainge dan sipakalebbi. Setiap topik disusun secara sistematis mulai dari pengantar, tujuan, manfaat, materi, kegiatan, hingga refleksi; 3) Hasil validitas menunjukkan bahwa e-modul berada dalam kategori sangat layak dengan validitas rata-rata 89% dari pakar bidang studi dan 95% dari pakar media, sehingga dinyatakan memenuhi standar kelayakan untuk diuji; 4) E-modul kepraktisan juga berada dalam kategori praktis dengan hasil uji kepraktisan sebesar 82% dan uji kelompok kecil sebesar 89%, sehingga e-modul dianggap mudah digunakan dan efektif sebagai media pencegahan.
Keywords
References
Cholid, A. (2019). Integrasi nilai budaya lokal dalam bimbingan dan konseling untuk penguatan karakter siswa. Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia, 4(2), 85–94.
Akhmar, A. M. (2018). Nilai-nilai budaya dalam Epos I La Galigo. Makassar: Pustaka Refleksi.
Allen, J. J., & Anderson, C. A. (2017). Aggression and violence: Definitions and distinctions. In P. Sturmey (Ed.), The Wiley handbook of violence and aggression. Wiley.
Ani, N., & Nurhayati, T. (2019). Dampak agresivitas verbal terhadap kesehatan psikologis remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan, 8(2), 112–121.
Anderson, C. A., & Bushman, B. J. (2010). Human aggression. Annual Review of Psychology, 53, 27–51.
Aridhona, J., & Setia, L. (2022). Perilaku agresif remaja dalam perspektif psikologi sosial. Jurnal Psikologi, 19(1), 45–56.
Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Buchori, S., & Fakhri, A. (2018). Nilai-nilai kedamaian dalam budaya Bugis-Makassar. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 7(1), 23–31.
Buchori, S., & Fakhri, A. (2022). Bimbingan kedamaian sebagai pendekatan preventif perilaku agresif siswa. Jurnal Psikoedukasi dan Konseling, 6(2), 89–101.
Branch, R. M. (2009). Instructional design: The ADDIE approach. New York: Springer.
Georgescu, M., & Popescu, D. (2024). Verbal bullying and adolescent mental health. Journal of School Psychology, 62(1), 15–27.
Ginting, R., Siregar, M., & Lubis, R. (2023). Agresivitas verbal siswa SMP di Jambi. Jurnal Psikologi Perkembangan, 12(2), 134–145.
Handayani, R., Wibowo, M. E., & Sugiharto, D. Y. P. (2019). Anger management untuk menurunkan agresivitas siswa SMA. Jurnal Bimbingan Konseling, 8(1), 56–64.
Hasanah, U., Darminto, E., & Lestari, R. (2023). Pengembangan e-modul dalam layanan bimbingan dan konseling. Jurnal BK Digital, 4(2), 77–86.
Hati, R. P., & Wicaksono, A. (2025). Kearifan lokal dan pembentukan karakter damai peserta didik. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 13(1), 22–33.
Herawati, N. S., & Muhtadi, A. (2018). Pengembangan modul elektronik. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 5(2), 180–191.
Hidayat, R. (2023). Kearifan lokal dalam pendidikan karakter siswa. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(1), 1–10.
Hikmah, N., Rahmawati, D., & Sari, P. (2025). Pendidikan kedamaian dan pembentukan karakter remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan, 14(1), 21–32.
Isnaini, R., Nugroho, A., & Prasetyo, B. (2021). Intensitas bermain game online dan agresivitas verbal siswa. Jurnal Psikologi, 18(3), 201–212.
Kimianti, F., & Prasetyo, Z. K. (2019). Pengembangan e-modul sebagai bahan ajar digital. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 8(2), 221–229.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia. (2024). Data kekerasan terhadap anak. Jakarta: KPAI.
Maba, A. P., Sugiharto, D. Y. P., & Purwanto, E. (2017). Konseling kelompok dengan teknik paradoxical intention. Jurnal Bimbingan Konseling, 6(2), 120–126.
Muthi, A., Lestari, S., & Anwar, K. (2022). Contingency contracting dalam mereduksi agresivitas verbal. Jurnal Konseling Pendidikan, 10(1), 55–64.
Nurjanah, S., & Suharso. (2023). Penyesuaian diri dan agresivitas verbal remaja. Jurnal Psikologi Sosial, 11(2), 98–107.
Perdana, Y. (2019). Epos I La Galigo dan nilai-nilai pendidikan karakter. Makassar: UNM Press.
Risal, M., Nurdin, S., & Rahmawati. (2022). Research and development dalam pengembangan media bimbingan dan konseling di sekolah. Jurnal Inovasi Pendidikan, 9(2), 101–112.
Sape, M., Yusuf, M., & Rahman, A. (2024). Pengembangan e-modul interaktif berbasis budaya lokal dalam layanan bimbingan dan konseling. Jurnal Psikoedukasi dan Konseling, 8(1), 45–56.
Saputra, H., Buchori, S., & Fakhri, A. (2019). Pendidikan kedamaian berbasis budaya lokal. Jurnal BK, 5(2), 87–96.
Saputra, H., Buchori, S., & Fakhri, A. (2021). Bimbingan kedamaian untuk menurunkan agresivitas verbal. Jurnal Psikoedukasi, 9(1), 15–25.
Sari, D. P. (2021). Media digital dalam layanan bimbingan dan konseling sekolah. Jurnal Bimbingan Konseling, 10(2), 67–76.
Sekar, D. A. (2021). Faktor-faktor agresivitas verbal remaja. Jurnal Psikologi Remaja, 4(1), 33–42.
Slamet. (2022). Validitas dan kepraktisan media pembelajaran digital. Jurnal Teknologi Pendidikan, 14(1), 55–63.
Supriyanto. (2021). Pendidikan berbasis kearifan lokal. Jurnal Pendidikan Nasional, 10(1), 12–21.
UNESCO. (2019). Behind the numbers: Ending school violence and bullying. Paris: UNESCO.
Venazmi, R., Yuliana, E., & Prakoso, A. (2025). Agresivitas verbal siswa SMK. Jurnal Psikologi Pendidikan, 15(1), 1–12.
Wangsa, R., & Tobing, D. (2024). Faktor agresivitas remaja Indonesia. Jurnal Psikologi Sosial, 13(1), 41–52.
Waluyo, A., Pratiwi, N., & Setiawan, B. (2024). Agresivitas verbal remaja di media sosial. Jurnal Psikologi Digital, 2(1), 10–22.
Yusnitarini, F., & Firdaus, R. (2025). Learning module innovation interactive for counseling guidance: Technology integration in increasing students’ emotional intelligence. Jurnal Evaluasi dan Pembelajaran, 7(2), 119–132.
Refbacks
- There are currently no refbacks.


